Breaking News:

Berita Aceh Timur

Penyidik Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak ke JPU, Pelaku Diancam Hukuman Mati

"Kedua tersangka dan barang buktinya sudah kita terima," ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru, SH, MH melalui Kasi Intel, Andi Zulanda SH.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Dok Kejari Aceh Timur
Tim JPU Kejari Aceh Timur menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Simpang Jernih dari penyidik Polres di Kejaksaan Aceh Timur, Selasa (27/4/2021). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Penyidik Sat Reskrim Polres Aceh Timur telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Kecamatan Simpang Jernih ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Timur, Selasa (27/4/2021).

"Kedua tersangka dan barang buktinya sudah kita terima," ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru, SH, MH melalui Kasi Intel, Andi Zulanda SH, didampingi Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi, SH, MH.

"Selanjutnya, kedua tersangka akan kita titipkan di Lapas Idi dan perkaranya segera kita limpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan," lanjut Kasi Intel, Andi Zulanda SH, didampingi Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi, SH, MH.

Kedua tersangka tindak pidana pembunuhan berencana yang diserahkan ke kejaksaan yaitu, Rabusah dan M Rizal, keduanya warga Simpang Jernih.

Kasi Pidum mengatakan, tersangka Rabusah adalah orang yang melakukan pembunuhan berencana atau menghilangkan nyawa orang lain, sehingga dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 340 KUHPidana.

Baca juga: RSUD dr Fauziah Bireuen Fungsikan Ruang Layanan Kelas Utama, Ini Fasilitas bagi Pasien

Baca juga: Gamis Masih Jadi Primadona Warga Aceh Singkil untuk Lebaran

Baca juga: Keturunan Sultan Siak Riau Kunjungi Rumah Cek Midi di Banda Aceh, Telusuri Sejarah Dengan Sepeda

Sedangkan, M Rizal selain melakukan pembunuhan berencana juga melakukan pemerkosaan terhadap anak korban.

Terhadap pelaku ini dijerat pasal berlapis mulai Pasal 338 Jo Pasal 340 KUHPidana, dan atau pasal 76c Jo Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kedua tersangka terancam hukuman mati dan pidana penjara seumur hidup," ungkap Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi.

Ivan menerangkan, pembunuhan berencana ini dilakukan kedua pelaku terkait motif dendam.

"Motifnya dendam, korban Fatimah memiliki utang dengan pelaku R," ungkap Ivan.

Baca juga: Ke Depan Seluruh Tenaga Honorer Masuk dalam Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Baca juga: Jadi Motor Terbaik, All New Honda PCX Raih Bike of The Year

Baca juga: Prajurit Doakan Kru Nanggala

Kronologis kejadian

Berawal pada Jumat 12 Februari 2021 sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Simpang Jernih, tersangka Rabusah bersama M Rizal, telah merencanakan pembunuhan terhadap korban Fatimah (57) dan anaknya Nadatul Afra (15).

Kedua tersangka masuk ke dalam kamar korban yang saat itu sedang tertidur.

Melihat korban sedang tidur, tersangka Rabusah langsung memukul kepala korban menggunakan kayu, sehingga korban bersimbah darah.

Rabusah juga memukul anak korban Nadatul Afra (15) yang sedang tidur di kamar tersebut, sehingga korban terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.

Kemudian pemukulan dilanjutkan oleh M Rizal, yang kemudian M Rizal juga melakukan pemerkosaan terhadap anak korban yang saat itu dalam kondisi sekarat. 

Baca juga: Polisi Kantongi Tiga Tersangka kasus Korupsi Karantina Hafiz, Kerugian Negara Mencapai Rp 3,7 Miliar

Baca juga: Tim Wasrik Kemhan RI Kunjungi RS Kesrem Lhokseumawe, Ingatkan Negara India Contoh Kasus Covid 19

Baca juga: Lowongan Kerja PT Miwon Indonesia Terbaru, Tertarik Mendaftar? Ini Syaratnya

Setelah melakukan pembunuhan, kedua pelaku meninggalkan lokasi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved