Breaking News:

KRI Nanggala 402

Indonesia Berencana Angkat KRI Nanggala-402, Pakar Kapal Selam Australia: Menyulitkan

Rencana Indonesia untuk mengangkat KRI Naggala-402 dari kedalam 838 meter membuat pakar kapal selam Australia kebingungan.

Editor: Amirullah
GRAFIS TRIBUN
Melacak Kapal Selam KRI Nanggala 402 

"Mereka kemudian harus mendapatkan semacam pengapungan di kapal selam, yang biasanya berupa tas berisi solar yang kemudian dapat memberikan daya apung,” katanya.

Baca juga: Profil Letda Laut Rhesa Tri Sigar, Keponakan Prabowo yang Ikut jadi Korban Tragedi KRI Nanggala-402

Namun, Owen meragukan bahwa tas udara tersebut tidak akan bisa digunakan pada kedalaman tersebut.

“(itu tas udara) tidak berguna di kedalaman tersebut," imbuhnya.

Owen mengatakan semua yang kita tahu untuk saat ini adalah kapal selam KRI Nanggala-402 itu tenggelam, dan kita tidak akan tahu lebih banyak sampai analisis dan penelitian rinci dapat dilakukan.

“Semua bukti yang muncul hanya memperkuat bahwa itu mungkin kapal selam itu telah berakhir," katanya.

Kapal selam buatan Jerman yang berusia 42 tahun itu, sudah sembilan tahun tidak mendapatkan perbaikan sejak reparasi terakhirnya tahun 2012.

Perusahaan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd menjadi perusahaan yang melakukan perawatan kapal selam KRI Nanggala-402 terakhir pada tahun 2012.

Kapal itu mendapat perawatan selama dua tahun untuk sepenuhnya dilakukan perbaikan dan meningkatkan alusistanya.

Struktur atas kapal sebagian diganti, sementara persenjataan, sonar, radar, kontrol tempur dan sistem propulsi ditingkatkan.

Baca juga: Ini Skenario Mengangkat KRI Nanggala 402, Belajar dari Pengalaman Tenggelamnya Kapal Selam Rusia

Dikatakan media asal Korsel, Hankook Ilbo, pemeliharaan kapal selam harus dilakukan setiap enam tahun sekali hingga akhir perjalananya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved