Breaking News:

Berita Gayo Lues

Kasus Korupsi Program Karantina Hafiz di Gayo Lues, Kerugian Negara Rp 3,7 Miliar, Ini Rinciannya

Tim audit BPKP perwakilan provinsi Aceh setelah menetapkan kerugian keuangan negara mencapai....

Penulis: Rasidan | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam. 

Laporan: Rasidan| Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,  BLANGKEJEREN - Tim audit BPKP Perwakilan Provinsi Aceh setelah menghitung kerugian keuangan negara mencapai Rp 3,7 miliar atau Rp 3.763.790.368, dari pagu anggaran sejumlah Rp 9.069.805.000, dan terealisasi Rp 9.027.949.000, bersumber dari dana APBK-DOKA tahun anggaran 2019.

Anggaran sebesar Rp 9.027.949.000, merupakan untuk kegiatan pelaksanaan program peningkatan sumber daya santri, kegiatan pelatihan sumber daya santri dan pekerjaan belanja makan dan minum (karantina hafiz) melalui DSI Kabupaten Gayos Lues.

Dari total Rp 9.027.949.000, dianggarkan untuk beberapa kegiatan yakni, belanja nasi panitia, narasumber dan peserta, anggarannya Rp 5.401.700.000, dilaksanakan di Wisma Pondok Indah Porang.

Belanja snack panitia, narasumber dan peserta, anggarannya Rp 2.430.765.000, dilaksanakan di Wisma Pondok Indah.  Selanjutnya, belanja teh/kopi panitia, narasumber dan peserta, anggarannya Rp 1.080.340.000.

Belanja aqua gelas dengan anggaran Rp 150.000.000, yang dilaksanakan oleh Ira katering dan belanja obat-obatan  anggarannya Rp 7.000.000 yang dilaksanakan klinik sehat Musara.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampingi Wakapolres Kompol M Wali dan Kasat Reskrim Iptu Irwansyah, kepada Serambinews.com, Rabu (28/4/2021), mengatakan, berdasarkan laporan hasil audit kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Provinsi Aceh, tanggal 4 Maret 2021 lalu, tentang belanja makan minum pada kegiatan karantina penghafal Al-Quran mencapai Rp 3.763.790.368.

"Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dan ditahan di Mapolres Gayo Lues yakni kepala Dinas Dayah Gayo Lues yang juga mantan Kepala DSI Gayos Lues, Husin selaku KPA dalam program itu, kemudian Sahrul Huda alias Apuk selaku PPTK dan tersangka Lukmam Hakim selaku rekanan dalam hal ini penyedia tempat Wisma Pondok Indah," sebutnya.

Berikut rincian dan uraian dari anggaran yang terealisasi untuk kegiatan karantina penghafal Al-Qur'an di Gayo Lues yang terjadi penyimpangan, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 3,7 miliar lebih dari anggaran belanja makan minum tersebut sebesar  Rp 9.027.949.000,

Diterangkan, realisasi  anggaran berdasarkan SP2D Rp 9.027.949.000, nilai potongan SP2D Rp 1.124.555.813, tetapi nilai yang dibayarkan hanya Rp 7.903.393.187.

Sementara, nilai realisasi pekerjaan untuk belanja nasi Rp 2.532.736.000, belanja snack Rp 1.086.135.000, belanja air mineral gelas Rp 112.500.000, belanja teh dan kopi Rp 400.500.000, belanja obat- obatan Rp 7.000.000, dan penyetoran pajak belanja obat-obatan Rp 731.819, dengan total untuk biaya belanja Rp 4.139.602.819.

"Dari realisasi anggaran dan nilai yang dibayarkan serta nilai realisasi pekerjaan  tersebut, jumlah kerugian keuangan negara mencapai Rp 3.763.790.368,"sebutnya.(*)

Baca juga: SAH! Ustadz Abdul Somad Resmi Nikahi Fatimah Az Zahra 16 Ramadhan 1442 H / 28 April 2021

Baca juga: Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemko Langsa Pantau Stok dan Harga Bahan Pangan, Begini Hasilnya

Baca juga: Forum Masyarakat Bambi Santuni 92 Anak Yatim, Santunan Terkumpul dari Masyarakat Perantauan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved