Breaking News:

Penjual Chip Terancam Dicambuk 

Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil menangkap tiga agen penjual chip higgs domino di lokasi berbeda di kabupaten setempat dalam sepekan terakhir

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil menangkap tiga agen penjual chip higgs domino di lokasi berbeda di kabupaten setempat. 

REDELONG - Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil menangkap tiga agen penjual chip higgs domino di lokasi berbeda di kabupaten setempat dalam sepekan terakhir. Ketiga pria itu diamankan dalam kasus maisir (judi) yakni menjual chip higgs domino dengan barang bukti berupa uang Rp 3.710.000. Kemudian juga barang bukti lain yang disita diantaranya, id chip, screenshot penjualan, dan handphone.

Ketiga pelaku yang sudah menjadi agen sejak 6 bulan lalu ini terancam hukuman 45 kali cambuk. “Ketiga pelaku kita jerat dengan pasal 20, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, tentang Jarimah Maisir dengan ancaman hukuman cambuk,” kata Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Dr Bustani SH MH kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Disebutkan, penangkapan ketiga pelaku yang diduga sebagai agen chip higgs domino itu awalnya berdasarkan laporan masyarakat.  Ketiga pelaku diamankan di lokasi yang berbeda, diantaranya pelaku J (22) warga Kecamatan Permata, ditangkap di Buntul pada 19 April 2021 lalu. Sedangkan pelaku U (32) warga Kecamatan Bandar ditangkap di Kampung Tawar Sedenge, Kecamatan Bandar, pada 19 April 2021.

“Pada tanggal 23 April 2021, kita kembali menangkap satu orang pelaku yang berinisial MF (34) warga Kecamatan Bandar, ditangkap di Simpang Kurnia, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah,” ungkap Iptu Bustani.

Menurutnya, dari pelaku J pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 2.200.000 beserta 1 unit handphone, id chip, dan screenshot penjualan serta pembongkaran chip.

Selanjutnya, dari pelaku U (32) barang bukti yang diamankan berupa uang senilai Rp 910.000 (sembilan ratus sepuluh ribu rupiah), id chip, dan screenshot penjualan.

“Dari pelaku MF (34) kita berhasil menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone, uang Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah), id chip dan screenshot penjualan,” beber mantan perwira unit I unit II Subdit III Ditreskrimsus Polda Aceh itu. Selain itu, kata Iptu Bustani,  ada juga sisa chip dalam akun ketiga tersangka yang jumlahnya rata-rata 6,1 B. Selebihnya sudah dilakukan penjualan.

Selain itu, penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah juga berhasil mengamankan dua orang pelaku pemasok bahan peledak jenis mercon atau petasan dengan nilai jual Rp 200 juta. Kedua pelaku tersebut diantaranya, S (26) dan R (23) yang merupakan warga Kampung Suka Damai Satu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Dari penangkapan itu, Tim Resmob Polres Bener Meriah berhasil mengamankan berbagai jenis mercon atau petasan dari kedua pelaku.

“Menurut pengakuan pelaku, mercon atau petasan itu dibeli dengan modal Rp 80 juta dan kalau itu semua terjual keuntungan bisa mencapai Rp 200 juta,” ungkap Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Dr Bustani SH MH, Selasa (27/4/2021).

Disebutkan, penangkapan kedua pelaku itu awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan ada mobil membawa mercon atau petasan menuju Bener Meriah. Kemudian, dari hasil pengembangan, pihaknya menemukan mobil yang mengangkut mercon atau petasan di Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, pada 24 April 2021. “Saat itu kita langsung melakukan penggeledahan dan kita menemukan barang bukti berupa bahan peledak jenis mercon atau petasan dengan berbagai jenis,” ungkapnya.(bud)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved