Breaking News:

Prof Syahrizal Abbas Penceramah Nuzulul Quran di Masjid Raya

Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, akan menjadi penceramah pada peringatan Nuzulul Quran

Editor: bakri
Prof Syahrizal Abbas Penceramah Nuzulul Quran di Masjid Raya
For Serambinews.com
Prof Dr Syahrizal Abbas MA

BANDA ACEH - Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, akan menjadi penceramah pada peringatan Nuzulul Quran 1442 Hijriah, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (28/4/2021) malam ini. Kegiatan tersebut diadakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh selaku Penyelenggara Peringatan Hari-Hari Besar Islam (P3HBI) Aceh.

Informasi itu disampaikan Kadis Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum, kepada Serambi, Selasa (27/4/2021) sore. “Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka peringatan Nuzulul Quran tahun ini kita adakan secara sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes),” ujar EMK Alidar didampingi Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Drs H Ridwan Johan.

Menurutnya, Prof Syahrizal akan menyampaikan ceramah berjudul ‘Alquran sebagai Pedoman Hidup dan Rahmatan Lil‘alamin.’ Lebih lanjut EMK Alidar mengungkapkan, ceramah yang dilaksanakan di dalam Masjid Raya Baiturrahman, itu akan berlangsung setelah shalat Isya berjamaah dan sebelum Tarawih.

“Seusai shalat Isya berjamaah, langsung masuk dalam rangkaian acara peringatan Nuzulul Quran yang terdiri atas pembacaan ayat-ayat suci Alquran, sambutan Gubernur Aceh, dan diakhiri dengan ceramah yang disampaikan oleh Prof Syahrizal Abbas. Kemudian, dilanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir berjamaah,” jelas EMK Alidar.

Karena masih dalam suasana pandemi, sambung EMK Alidar, pihaknya tidak mengundang masyarakat dalam jumlah banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jamaah hanya masyarakat yang hadir saat shalat Isya dan Tarawih saja,” katanya. Meski acara dilaksanakan secara sederhana, namun Kadis Syariat Islam Aceh berharap hal itu tidak mengurangi esensi dan makna dari peringatan Nuzulul Quran.

EMK Alidar menyampaikan, kunci kesuksesan umat Islam di dunia dan akhirat adalah jika selalu berpedoman kepada Alquran. “Umat Islam tidak akan maju bila meninggalkan Alquran sebagai pedoman hidupnya. Peringatan Nuzulul Quran juga harus menjadi momen bagi kita untuk memperbanyak membaca Alquran, apalagi di bulan suci Ramadhan ini,” ucapnya.

Alquran sebagai kalam Allah yang memiliki berbagai keistimewaan, menurut EMK Alidar, haruslah mempunyai peran dan implikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Seperti, sebutnya, Alquran adalah pedoman hidup utama manusia. “Isi dan kandungannya sangat istimewa dalam berbagai aspek; kelengkapan substansinya, keindahan bahasanya, keindahan bacaannya, dan lain sebagainya. Jika seseorang menjiwai Alquran secara benar, maka dipastikan dia tidak akan tersesat,” ucap EMK Alidar.

Orang yang membaca Alquran dan memahami kandungannya dengan benar, sambungnya, Allah SWT menjamin akan adanya ketenangan jiwa baginya. Ketenangan jiwa akan cenderung membawa manusia kepada kestabilan jasmani. Ini berarti bahwa manusia yang tenang jiwanya akan lebih tahan atau resistant terhadap penyakit, baik penyakit lahiriah maupun penyakit bathiniyah.

Dalam konteks sekarang, dimana wabah Covid-19 masih terus mengancam kita, tambah EMK Alidar, membaca dan merenungi makna-makna Alquran sesering mungkin, selain menambah pahala sebagai ibadah, tentu juga akan membuat suasana jiwa mejadi lebih tenang. Jiwa yang tenang tentu sangat berkaitan dengan kekebalan tubuh dan akan dapat membentengi dari penyakit. “Tenang di sini berarti kita sepenuhnya menyadari apa arti keberadaan kita di muka bumi yang fana ini, sehingga akhirnya kita tahu dimana harus memposisikan diri,” pungkas Kadis Syariat Islam Aceh. (jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved