Breaking News:

Reka Ulang Ungkap Cara Sadis Cucu Bunuh Nenek

Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Selasa (27/4/2021) melakukan reka ulang kasus pembunuhan yang terjadi Dusun Setia, Kampung Purwodadi

Editor: bakri
For Serambinews.com
Polisi menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus cucu membunuh neneknya di Mapolres Aceh Tamiang, Senin (26/4/2021) kemarin. 

Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Selasa (27/4/2021) melakukan reka ulang kasus pembunuhan yang terjadi Dusun Setia, Kampung Purwodadi, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Selasa (13/4/2021) lalu. Pembunuhan itu dilakukan oleh ABS (18) terhadap neneknya sendiri, Ribut (61).

Reka ulang yang dilakukan tersangka ABS dan BWY (17) itu menguak fakta sadis dan memilukan. Pelaku ABS mengawali kesadisan perbuatannya dengan mendorong korban yang tak lain neneknya sendiri, dari tangga lantai dua hingga terjungkal ke lantai satu.

“Kedua tersangka memeragakan 22 adegan rekonstruksi,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Iptu Fauzan Zikra, kepada Serambi, Selasa (27/4/2021).

Dari reka adegan ini terungkap kalau kejahatan ini diawali kedua tersangka dengan mendatangi rumah korban bernama Ribut (61), di Dusun Setia, Kampung Purwodadi, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Selasa (13/4/2021), sekira pukul 22.30 WIB.

Namun keduanya tak lama berada di rumah itu karena beralasan hanya mengambil pakaian ABS. Selang sejam kemudian, keduanya datang kembali, masuk melalui pintu belakang dan langsung mendobrak pintu kamar korban yang berada di lantai dua.

“Suara dobrakan itu membuat korban terbangun, kemudian ke luar kamar sambil membawa senter, menanyakan tujuan keduanya datang tengah malam yang dijawab tersangka ABS ingin menginap,” kata Fauzan.

Sesaat kemudian, korban bersama ABS turun dari lantai dua menuju kamar tidur yang akan digunakan tersangka di lantai satu. Namun saat baru di pertengahan anak tangga, ABS langsung mendorong neneknya hingga terjungkal ke lantai satu.

Fauzan menegaskan, aksi pendorongan ini disaksikan langsung oleh Risa, cucu korban yang bertugas menemaninya di rumah itu. “Risa ini menjadi saksi kunci, hubungannya dengan tersangka merupakan sepupu,” ungkap Fauzan.

Saat itu, Risa mencoba menolong korban, namun urung dilakukan karena dicegah ABS. Bahkan ABS turut menganiaya Risa dan mencoba mematahkan lehernya. Korban yang saat itu masih dalam kondisi sadar langsung membantu Risa. Namun bantuan ini berujung fatal, karena ABS langsung mengalihkan serangannya kepada korban dengan mendorongnya ke dinding kamar.

“ABS terus mendorong korban ke diding kamar, Risa kembali mencoba membantu dengan memegang tangan pelaku,” papar Fauzan. “ABS kemudian memanggil tersangka BWY untuk membantunya memegangi saksi Risa,” lanjut Kasat Reskrim.

Dalam adegan reka ulang ini, terlihat ABS menganiaya neneknya dengan menindih dan menduduki perut serta mencekik leher hingga tewas, sedangkan BWY membekap Risa. Setelah memastikan neneknya meninggal, ABS mengambil cincin emas dari jari korban sembari bertanya kepada Risa perihal tempat penyimpanan dompet dan barang berharga.

“Saksi menjawab tidak tahu, tersangka kemudian ke kamar menemukan dompet berisi uang Rp 500 ribu,” lanjut Fauzan.

Usai merampas harta benda korban, kedua tersangka melarikan diri. Tak lama kemudian keduanya ditangkap polisi beserta seluruh harta rampasan dari korban. Keduanya dijerat Pasal 340 jo Pasal 339, jo Pasal 365, jo Pasal 55, jo 56 KUHPidana jo Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak.(mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved