Breaking News:

Peredaran Narkoba

Terungkap! Peredaran Narkoba 2,5 T Sabu Jaringan Internasional Timur Tengah-Malaysia, 18 Tersangka

Seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam penyeludupan narkoba ini.

Editor: Nur Nihayati
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menggelar konferensi pers seudai melakukan pertemuan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021). Dalam kunjungannya Kapolri kali ini merupakan bentuk silaturahmi antara Polri dengan ormas-ormas islam yang ada dan mampu bersinergi untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam penyeludupan narkoba ini.

 SERAMBINEWS.COM - Ini keberhasilan polisi mengungkap kasus narkoba dalam jumlah besar.

Kepolisian RI mengungkap penyelundupan narkotika jenis Sabu seberat 2,5 ton yang berasal dari jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia.

Bisnis itu dikendalikan oleh narapidana narkoba dari balik lapas.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Total, ada 18 tersangka yang ditangkap oleh Polri.

Operasi pengungkapan kasus ini dilakukan pada 10 April dan 15 April 2021 dengan tiga lokasi berbeda yakni dua lokasi di Aceh dan satu di pertokoan kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

"Kita berhasil mengungkap penyelundupan 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan mengamankan 18 tersangka," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Menurut Sigit, 1 dari 18 orang tersangka yang ditangkap merupakan warga negara Nigeria.

Seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam penyeludupan narkoba ini.

"Peran dari tersangka, 7 sebagai pengendali, 8 transporter dan 3 pemesan. Dimana ada tersangka inisial KMK, AW, AG, A, NI, dan AL yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati, namun masih menjadi pengendali jaringan narkoba," jelas dia.

Dengan penangkapan ini, kata Sigit, pihak kepolisian dapat menyelamatkan kurang lebih 10,1 juta jiwa masyarakat dari peredaran narkotika. 

Kemudian, jika diuangkan maka narkoba tersebut dapat seharga Rp1,2 triliun.

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," tutup Sigit.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Ungkap Peredaran Narkoba 2,5 Ton Sabu Jaringan Internasional Timur Tengah-Malaysia, 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved