Breaking News:

Berita Gayo Lues

Tiga Tersangka Kasus Korupsi Karantina Hafiz di Galus Ditahan, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Selanjutnya tersangka Sahrul Huda alias Apuk selaku PPTK, dan tersangka Husin (HS) selaku kuasa pengguna anggaran (PA).

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, didampingi Wakapolres Kompol M Wali, dan Kasat Reskrim Iptu Irwansyah, dalam konferensi pers di aula Mapolres Galus, Rabu (28/4/2021). 

Belanja snack panitia, narasumber, dan peserta (45+40+1000) x 90 hari x 3 kali, dengan pagu anggaran Rp 2.430.765, juga dilaksanakan di Wisma Pondok Indah Porang.

Baca juga: Objek Wisata Manggrove Kuala Langsa Kini Gunakan Transaksi Digital 

Baca juga: Larang Nek Sutinem Jadi Pemulung, Mursil Kucurkan Sejumlah Bantuan

Baca juga: Berkembang Pesat di Tengah Pandemi, Menko Airlangga: UMKM Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Selanjutnya, belanja teh/kopi panitia, narasumber, dan peserta (45+40+1000) x 90 hari x 3 kali, dengan pagu anggaran Rp 1.080.340.000.

Lalu, belanja aqua gelas dengan pagu anggaran Rp 150.000.000, yang dilaksanakan oleh Ira katering.

Kemudian, belanja obat-obatan anggarannya Rp 7.000.000, dilaksanakan oleh Klinik Sehat Musara. 

"Tersangka Lukman Hakim selaku penyedia Wisma Pondok indah dan menjabat sebagai Wakil Direktur memalsukan tanda tangan direktur atas nama Upik,” urainya.

"Selain itu, terangka juga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak serta tidak memenuhi kualifikasi sesuai barang dan jasa yang diadakan dan juga tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," sebut Kapolres.

Baca juga: 51 Rohingya di Lhokseumawe Kembali Dipindahkan ke Sumut, Ini Jadwal Keberangkatan Mereka

Baca juga: Pria dengan Istri Terbanyak dalam Sejarah, Punya 700 Istri, 300 Gundik, Ini Alasannya Poligami

Baca juga: Aduh! Bertambah Tiga Lagi Warga Lhokseumawe Terpapar Virus Corona, Begini Rilis Data Dinkes

Kapolres melanjutkan, tersangka Lukman hakim tidak memiliki pengalaman sesuai dengan syarat kualifikasi teknis penyedia sebagaimana diatur dalam peraturan LKPP Nomor 9 Ttahun 2018.

Peraturan ini mengatur tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui penyedia, bahwa persyaratan kualifikasi teknis penyedia barang meliputi memiliki pengalaman dan memiliki kemampuan untuk menyediakan sumber daya manusia dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses penyediaan.

"Dalam hal ini juga, tersangka penyedia Wisma Pondok Indah (LH), melakukan pembayaran ke pihak lain dengan rincian, belanja nasi sesuai kontrak Rp 19.965, yang dibayarkan Rp 9.500, begitu juga belanja snack sesuai kontrak Rp 8.910, yang dibayarkan Rp 4.500," sebutnya.

Sementara tersangka Sahrul Huda Alias Apuk selaku PPTK tidak melaksanakan tugas sesuai dengan Permendagri, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved