Breaking News:

Berita Gayo Lues

GeRAK Gayo Minta Penegak Hukum Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Karantina Hafiz di Gayo Lues

Asrul meminta kepada penegak hukum yang menangani kasus ini untuk menelusuri aliran dana dugaan korupsi program karantina hafiz dan juga menumpas

Penulis: Budi Fatria | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Badan Pekerja Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo, Asrul Amin 

Ia juga mengajak masyarakat, unsur pemuda, Lembaga LSM, ORMAS, OKP, Pers dan lainnya di kabupaten Gayo Lues untuk terus peka dalam mengawal pembangunan di kabupaten tersebut.

“Saya meminta kepada Bupati Gayo Lues untuk segera mengevaluasi kinerja seluruh lembaga yang lambat dalam menjalankan tupoksinya guna pencapaian target sesuai visi dan misi Bupati,” tutupnya.

KAPRa Apresiasi

Seperti diberitakan sebelumnya kelompok Advokasi Pembela Rakyat (KAPRa) apresiasi kinerja Polres Gayo Lues atau Galus yang berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi. 

Ya, dugaan korupsi Rp 3.763.790.368 di Dinas Syariat Islam (DSI) Gayo Lues untuk biaya makan minum dalam Program Karantina 1.000 Hafiz/Hafizah tahun 2019. 

Kerugian negara Rp 3,7 miliar lebih itu sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau  BPKP Aceh pada 4 Maret 2021. 

Pagu anggaran dari APBK-DOKA 2019 selama tiga bulan program diikuti 1.000 santri untuk jadi hafiz/hafizah melalui 11 pesantren dalam delapan kecamatan di Gayo Lues ini Rp 12,5 miliar.

Para santri dan santriwati ini dikarantina selama tiga bulan di 11 pesantren tersebut agar menjadi hafiz/hafizah. 

Adapun tiga tersangka dalam perkara ini sudah ditahan di Mapolres Gayo Lues, yaitu mantan Kepala DSI Gayo Lues, Husin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam program ini. 

Husin saat ini juga menjabat Kepala Dinas Daya Gayo Lues

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved