Breaking News:

Berita Gayo Lues

GeRAK Gayo Minta Penegak Hukum Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Karantina Hafiz di Gayo Lues

Asrul meminta kepada penegak hukum yang menangani kasus ini untuk menelusuri aliran dana dugaan korupsi program karantina hafiz dan juga menumpas

Penulis: Budi Fatria | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Badan Pekerja Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo, Asrul Amin 

Kemudian Sahrul Huda alias Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Lukman Hakim selaku rekanan. 

Ya, Lukman Hakim dalam hal ini penyedia tempat Wisma Pondok Indah dalam bagian Program Karantina 1.000 Hafiz/Hafizah ini. 

Ketua Umum KAPRa, M Arif Hamdani, mengatakan apa yang sudah dilakukan penyidik Polres Gayo Lues menjadi contoh baik dalam penegakan hukum, khususnya dalam penanganan tindak pidana korupsi. 

Apalagi dugaan korupsi ini terjadi dalam program mulia untuk mencetak kader penghafal Quran. 

"Malu kita sebagai daerah syariat Islam, tapi perbuatan pejabatnya tidak mencerminkan syariat Islam," kata M Arif Hamdani. 

Arif Hamdani menambahkan gara-gara dugaan korupsi dalam program ini tak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak buruk terhadap kualitas dalam Program Karantina 1.000 Hafiz/Hafizah ini. 

"Diharapkan Polres Galus agar benar-benar mengungkap kasus ini sampai sedetailnya dan senantiasa menjaga integritas karena ini diduga kuat adalah korupsi 'berjamaah'.

Terus berantas korupsi di Galus yang dijuluki Negeri Seribu Bukit ini," kata Arif. 

Secara terpisah apresiasi juga disampaikan Ketua Divisi Hukum KAPRa Aceh, Rizal Saputra SH, didampingi anggota lainnya. 

Sementara itu, hingga kini Serambinews.com belum memperoleh konfirmasi dari ketiga tersangka atau pengacaranya terkait perkara ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved