Breaking News:

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Belum Terungkap

Peristiwa pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi pada 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala

For Serambinews.com
Inilah rumah wartawan Harian Serambi indonesia di Aceh Tenggara, Asnawi Luwi, yang dibakar akibat karya jurnalistik yang terjadi pada tanggal 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara. 

BANDA ACEH  - Peristiwa pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi   pada 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, belum terungkap hingga kini. Itu berarti kasus tersebut sudah berjalan selama 3 tahun. Belasan saksi termasuk saksi korban telah diperiksa penyidik Polres Aceh Tenggara. Namun, pelaku pembakaran rumah belum juga ditangkap.

"Ini kasus yang sudah cukup lama dan menjadi konsumsi publik, Kapolda Aceh diharap membentuk tim, tangkap pelakunya demi menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap kepolisian, " kata pengacara korban, Erlizar SH MH dan M Arief Hamdani SH CLA (ERA) kepada Serambi, Rabu (28/4/2021).

Kata Erlizar, dalam kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia ini, Tim Labfor Forensik Mabes Polri Cabang Medan telah mengeluarkan penyebab bahwa musibah itu terjadi karena dibakar. Ada sejumlah alat bukti yang berhasil dikumpulkan untuk memperkuat hasil penyelidikan persebut.

Bahkan, lanjut Erlizar, pada Kamis atau enam hari sebelum kejadian, ada pria yang menanyakan keberadaan rumah korban dengan mengendarai sepeda motor.  “Ini artinya, perkara ini sudah terang dan mengarah kemana dan siapa aktornya. Dalam kasus ini, sudah dua Kasat Reskrim dan satu Kapolres diganti pada saat itu. Namun, kasus ini juga belum tuntas,” katanya.

Dikatakan, pembakaran rumah wartawan ini adalah kasus yang sudah direncanakan dan ada upaya untuk membunuh Asnawi sekeluarga. Karena, kata dia, pada saat korban pergi rapat kerja ke Banda Aceh tidak membawa mobil, pelaku bisa saja membakar mobil dan rumah saat Asnawi di Banda Aceh. Namun, memang pelaku menunggu korban pulang dari Banda Aceh, kemudian  baru mengeksekusi. “Alhamdulillah,  Allah Swt masih melindungi Asnawi sekeluarga sehingga yang terbakar hanya mobil dan rumah beserta isinya yang ditaksir kerugian mencapai Rp 500 juta,” kata Erlizar. Perjalanan kasus ini, menurut pengacara korban, perlu dibackup Polda Aceh atau diambilalih Polda Aceh agar cepat tuntas demi tegaknya supremasi hukum.(as) 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved