Breaking News:

Berita Abdya

Oknum Sekdes dan Keuchik Ditangkap Pakai Narkoba, Pemkab Abdya akan Tes Urine 95 Calon Pj Keuchik

Wakil Bupati Abdya Muslizar, menyampaikan hal ini merespon adanya seorang oknum Sekdes dan Keuchik ditangkap karena mengonsumsi narkoba beberapa

For Serambinews.com
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT 

Wakil Bupati Abdya Muslizar, menyampaikan hal ini merespon adanya seorang oknum Sekdes dan Keuchik ditangkap karena mengonsumsi narkoba beberapa waktu lalu.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Sebanyak 95 calon Pj Keuchik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan dilakukan tes urine.

Wakil Bupati Abdya Muslizar, menyampaikan hal ini merespon adanya seorang oknum Sekdes dan Keuchik ditangkap karena mengonsumsi narkoba beberapa waktu lalu.

“Iya, kan ada 95 Pj keuchik yang akan dilantik, namun sebelum dilantik kita wacananakan mereka dites urine dulu.

Mengingat mereka harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba,” ujar wakil Bupati Abdya, Muslizar MT.

Karena, kata Muslizar, penangkapan seorang oknum Sekdes dan Keuchik oleh satresnarkoba terlibat mengkonsumsi narkoba, beberapa waktu silam, adalah pukulan keras dan memalukan.

Baca juga: Remaja 17 Tusuk Seorang Pemuda, Alasannya Takut Pacar Kembali ke Pelukan Mantan

Baca juga: VIDEO Seorang Wanita Pukul dan Jambak Anak Berusia 8 Tahun Lantaran Setoran Mengemis Kurang

Baca juga: VIDEO Sah! UAS Nikahi Seorang Wanita Penghafal Quran, Bernama Fatimah Az Zahra

“Ini sangat disayangkan, ketika semua pihak di Abdya sedang gencar-gencarnya mengampayekan bahaya narkoba, malah ada perangkat desa yang terlibat.

Ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Muslizar yang juga kepala BNK Abdya.

Menurut Muslizar, dalam pemeriksaan nantinya, jika hasil tes nantinya Pj Keuchik itu positif, maka selain sang calon gagal dilantik menjadi Pj Keucik di desanya, calon itu juga akan dimasukkan ke panti rehab.

"Kalau ada yang positif, maka langsung diganti dengan calon baru, tentunya harus bersih dari barang haram tersebut,” sebutnya.

Wabup mengatakan, untuk memutus mata rantai narkotika tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten semata, namun juga perlu keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintahan desa.

"Narkoba selain haram secara agama dan melanggar secara hukum, juga merusak generasi bangsa, maka harus kita berantas dan basmi bersama, tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (*)

 
 

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved