Breaking News:

Pemkab Bireuen Siap Danai Komoditi Usulan Tokoh Pendiri Bireuen

Pemkab Bireuen berkomitmen mendukung dana APBK 2022 untuk pengembangan tiga komoditi primadona yang diusul

Pemkab Bireuen Siap Danai Komoditi Usulan Tokoh Pendiri Bireuen
FOTO KBR
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi menggelar pertemuan dengan tokoh pendiri Bireuen, Selasa (27/4/2021) malam.

BIREUEN - Pemkab Bireuen berkomitmen mendukung dana APBK 2022 untuk pengembangan tiga komoditi primadona yang diusul para pendiri Bireuen. Hal ini guna mendongkrak peningkatan perekonomian masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Hal itu dikatakan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi usai pertemuan bersama  Wakil Ketua I DPRK, Syauki Futaqi SFil, Wakil Ketua II, Suhaimi Hamid, anggota DPRK, Sekda, Asisten, kepala SKPK dengan para tokoh pendiri Bireuen, Selasa (27/04/2021) malam, di Pendopo setempat.

Bupati menjelaskan, dirinya merasa sangat bangga dan terhormat didatangi oleh para sesepuh serta tokoh pendiri Bireuen. Di mana mereka menyampaikan prospek Bireuen ke depan, didasari tingkat kemiskinan masih tinggi sehingga turut memberi sumbang saran, dan pemikiran guna menekan kemiskinan.

Dalam pertemuan itu, para tokoh mengharapkan Pemkab Bireuen fokus menyisihkan anggaran untuk penanaman sawit, memperluas areal tanaman jagung, dan tanaman pertanian lainnya yang banyak dibutuhkan masyarakat serta dunia usaha.

"Kesimpulannya, kata Bupati dalam proses pembahasan anggaran nantinya, harapan para tokoh pendiri Bireuen ini. Saya sudah berkomitmen walau kecil nilainya harus masukkan anggaran, harus kita tunjukkan niat baik yang disampaikan tokoh terealisasi," terang Bupati Muzakkar.

Sebelumnya, H Subarni mewakili tokoh pendiri Bireuen yakni Sofyan Ali alias Yan PT, Ridwan Khalid, H Zainal, dan Zulkifli Ali mengusul untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, agar Pemkab dapat membantu bibit sawit bersertifikasi kepada petani.

“Perlu adanya peremajaan tanam agar dapat tumbuh produktif lagi, serta bantuan dukungan berupa bibit jagung bagi petani. Sehingga, tetap memperoleh penghasilan selama proses menunggu tanam sawit, dan kelapa berbuah sehingga dipetik hasilnya,” ungkap H Subarni.(kbr)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved