Breaking News:

Doa Mudah Dikabulkan

Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan. Banyak keutamaan di bulan ini. Jika mengetahui waktu-waktu yang mustajab

SERAMBINEWS.COM
Ust Dr Mizaj Iskandar mengisi tausiyah pada program Serambi Spritual, Kamis (29/4/2021) dengan tema "Ramadhan Bulan Makbulnya doa", program ini kerjasama antara Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) 

BANDA ACEH - Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan. Banyak keutamaan di bulan ini. Jika mengetahui waktu-waktu yang mustajab, pada bulan Ramadhan, doa-doa akan mudah dikabulkan Allah SWT.

Hal itu disampaikan Ustaz Dr Mizaj Iskandar Usman LLM pada program Serambi Spiritual yang dipancarkan melalui saluran radio Serambi FM  90,2 0 Mhz, dan live streaming di Fanspage Serambinews.com, serta Instagram Serambi FM, Kamis (29/4/2021).

Tausyiah Ramadhan 1442 H dalam program Serambi Spritual itu merupakan kerja sama antara Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menjelaskan, mustajabnya doa ada dua kategori. Yakni berdoa pada tempat yang diberkahi dan berdoa pada waktu yang tepat. “Berdoa pada tempat yang diberkahi yaitu di Tanah Suci, Mekkah, dan Madinah. Sedangkan berdoa pada waktu yang tepat adalah ketika bulan Ramadhan,” terangnya.

Diungkapkan, ada keistimewaan mustajabnya doa di bulan Ramadhan. Keistimewaan itu ada pada malam Lailatul Qadar, selain beberapa mustajab dikabul doa oleh Allah SWT. Selain pada malam Lailatul Qadar, ada beberapa waktu yang mustajab dikabulkan doa, yakni pada sepertiga malam, atau ketika melaksanakan shalat, mustajab dikabulkan doa pada saat melakukan sujud. "Potensi doa mudah dikabulkan, seperti pada sepertiga malam misalnya, yakni pada saat melakukan shalat tahajud.

Dalam shalat, ketika bersujud merupakan waktu paling mustajab untuk memperbanyak doa, karena dalam posisi shalat, yang paling dekat dengan Allah SWT yakni pada posisi bersujud," kata Ustaz Mizaj.

Bulan Ramadhan itu sendiri terbagi menjadi tiga waktu, yakni pada permulaan, pertengahan dan pengakhiran. Yang paling utama pada 10 hari terakhir Ramadhan, sebagaimana hadis-hadis dan referensi lainnya menyebut Lailatul Qadar ada pada 10 malam akhir Ramadhan.

"Awal Rahmat, tengah pengampunan dan akhirnya pembebasan dari belenggu api neraka. Adanya penekanan untuk memprioritaskan ibadah di akhir Ramadhan, karena terdapat malam Lailatul Qadar. Kita tidak tahu pada malam keberapa hadis Lailatul Qadar, maka sangat dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada 10 terakhir Ramadhan," tambah dosen UIN Ar-Raniry ini.

Bercermin dari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, ketika 10 akhir Ramadhan memprioritaskan ibadah daripada aktivitas lainnya. Rasulullah melakukan itikaf pada 10 akhir Ramadhan dan mengurangi makan. "Rasul pada 10 akhir Ramadhan memfokuskan diri untuk melakukan ibadah dan menjauh dari sifat keduniaan," sebutnya.

Ust Mizaj juga membagikan pengalamannya ketika berada di Arab, sebutnya berbeda jauh dengan Indonesia, masjid penuh pada pertama Ramadhan namun pada penghujung masjid menjadi sepi.

Lain halnya dengan negara-negara di Arab, pada 10 akhir Ramadhan penuh dengan jamaah, bahkan banyak yang membawa keluarga ikut serta melakukan itikaf di masjid. "Di negara Arab, pada 10 akhir masjid-masjid dipenuhi jamaah. Ramadhan sangat spesial dalam Islam sampai Rasulullah SAW mengatakan lebih baik orang mendapatkan Ramadhan sekali lagi daripada mati syahid fi sabilillah," tutupnya.(fu)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved