Breaking News:

Internasional

PBB Peringatkan Myanmar, Tindakan Keras Militer Akan Memicu Kemiskinan Setengah Penduduk

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (30/4/2021) mengeluarkan peringatan keras ke junta militer Myanmar.

Editor: M Nur Pakar
AP
Demonstran anti-kudeta menyiapkan busur dan anak panah darurat untuk menghadapi polisi di kotamady kota Thaketa Yangon, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021. 

SERAMBINEWS.COM, BANGKOK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (30/4/2021) mengeluarkan peringatan keras ke junta militer Myanmar.

Gejolak politik dan gangguan setelah kudeta di Myanmar dapat membatalkan kemajuan bertahun-tahun.

Bahkan, akan melipatgandakan jumlah orang hidup dalam kemiskinan, hampir setengah populasi.

Laporan oleh Program Pembangunan PBB, atau UNDP, mengatakan 12 juta orang bisa jatuh ke dalam kesulitan ekonomi yang mengerikan, seperti dilansir AP.

Karena bisnis tetap tutup dalam kebuntuan antara junta dan gerakan pembangkangan sipil massal.

“Yang paling terpukul akan penduduk kota yang miskin dan yang paling terkena dampak adalah perempuan kepala keluarga,” Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal UNDP untuk wilayah tersebut.

Dia mengatakan kepada The Associated Press (AP) melalui rekaman Zoom.

Baca juga: Kekerasan di Myanmar Masih Terus Terjadi, Pasca Pertemuan Pemimpin ASEAN

Kudeta 1 Februari 2021 untuk merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan bersama lebih dari 3.400 orang lainnya.

Sejak itu, militer sangat membatasi akses Internet dan secara bertahap meningkatkan penindasan dengan kekerasan terhadap protes. Lebih dari 700 orang tewas dalam kekerasan itu.

Banyak pabrik, kantor, bank dan fasilitas lainnya telah ditutup dan perdagangan telah terganggu oleh penghentian pekerjaan dan gangguan lain di pelabuhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved