Breaking News:

‘Sebaiknya Bersatu untuk Bantu Gubernur’

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Muhammad MTA, mengatakan, sebaiknya partai pengusung meninggalkan polemik pemilihan cawagub Aceh

FOR SERAMBINEWS.COM
lima partai pengusung untuk pertama kali duduk bersama membahas masalah cawagub sisa masa jabatan 2017-2022. Pertemuan itu berlangsung di sebuah cafe di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (15/12/2020) malam, 

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Muhammad MTA, mengatakan, sebaiknya partai pengusung meninggalkan polemik pemilihan cawagub Aceh yang sudah masuk waktu pengujung dan bersatu untuk fokus membantu Gubernur Nova Iriansyah menyukseskan Program Aceh Hebat hingga akhir periode nanti.

"Terulur-ulurnya waktu di tingkat partai pengusung dalam menenentukan cawagub hanya menghabiskan energi. Lebih baik, energi itu disatukan untuk sama-sama berfikir dan bertindak dalam menyukseskan program Pemerintah Aceh pada sisa periode ini," kata Muhammad MTA kepada Serambi, Kamis (29/4/2021).

Pernyataan itu disampaikan Muhammad MTA menanggapi ketidakpastian pembahasan calon wakil gubernur (cawagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 yang sudah berjalan enam bulan, namun belum ada hasil. Muhammad MTA merupakan salah satu figur yang ikut meramaikan bursa cawagub dari PNA. Namun, namanya gugur setelah PNA memilih Sayuti Abubakar sebagai cawagub yang diusulkan.

Terkait proses pembahasan cawagub, Muhammad MTA menyarankan agar partai pengusung menggelar rapat bukan lagi pada penentuan cawagub, tapi bersatu untuk menyelesaikan agenda-agenda Pemerintah Aceh yang masih tertinggal. "Dengan waktu yang terulur sangat lama dalam penentuan cawagub di tingkat partai pengusung, saat ini tidak strategis lagi kita bahas dan galang kekuatan politik untuk adanya wagub," jelas mantan aktivis ini.

Apalagi, sebutnya, tahapan itu akan menghabiskan waktu 6 sampai 7 bulan, terutama untuk tahapan-tahapan yang harus dilalui di tingkat DPRA. “Jadi, sudah sangat tidak strategis lagi. Kecuali Januari atau Februari lalu fix di tingkat partai pengusung," tambahnya.

Karena itu, Muhammad MTA meminta semua pihak lebih baik memikirkan kekompakan pemerintahan eksekutif dan legeslatif dimana lokomotif sebenarnya ada di partai pengusung.  "Saat ini, mari kita fokus untuk konsolidasi politik dalam mengawal dan memikirkan program-program prorakyat secara bersama-sama," ajak MTA.

Terutama, tambahnya, kondisi masyarakat saat ini terimpit masalah ekonomi, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang tren kasusnya terus menanjak. "Semua partai pengusung harus memposisikan diri sebagai ‘wakil gubernur’ untuk membantu gubernur dalam menyukseskan program Aceh Hebat sampai habis periode ini," pungkas Muhammad MTA. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved