Breaking News:

Berita Banda Aceh

Dirjen Perkebunan Kementan Ajak USK Kembangkan Komoditas Kopi Gayo

"Saya tergelitik, tertarik karena USK punya laboratorium ataupun pusat penelitian kopi. Nah, kita butuh ini. Produksi kopi kita terbatas, apalagi...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Para pekerja di salah satu koperasi di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sedang menyortir biji kopi. 

"Nanti USK punya yang berapa ton? Nah, ini tantangan," ujarnya.

Kedua, bicara Aceh tak bisa lepas dari kopi Gayo.

"Nah, mari kita angkat isu ini dan fokus. Kopi Gayo nantinya akan memancing pasarnya," beber Kasdi.

Hal tersebut, kata Kasdi lebih lanjut, nantinya bisa dijembatani dengan sejumlah kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di mana salah satu yang telah diinisiasikan di tingkat global adalah One Day with Indonesian Coffee and Fruit di luar negeri.

Dirjen menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, saat pihaknya melakukan lawatan ke luar negeri, kopi Gayo mendapatkan tempat istimewa di hati buyers (pembeli) dengan harga yang wah.

Terkait produktivitas, salah satu strategi yang dimiliki Kementan, kata Kasdi, adalah replanting, ini terkait soal peremajaan kopi.

Untuk itu, pihaknya memberikan tantangan bagi USK, bisa atau tidak kampus 'Jantong Ate Rakyat Aceh' ini membuat nursery dan produksinya harus berjuta-juta ton.

"Toh kalau nanti sasarannya di Aceh sudah ter-cover, jangan berhenti di sini saja. Saatnya untuk mengembangkan kopi Gayo di luar Aceh. Kalau USK punya nursery, maka pasarnya adalah program Kementan. Jadi, langsung diserap nantinya," urai Dirjen Perkebunan ini.

Baca juga: Pantau Gempa di Danau Toba, USK dan BMKG Kerja Sama Pasang 20 Seismometer

Kasdi Subagyono turut mengingatkan, agar produksi kopi Gayo dicapai lebih tinggi.

Mereka tidak ingin, setelah replanting hasilnya sama seperti sekarang.

Karena itu, pihaknya mendorong adanya agenda inovasi untuk menggerakkan pertani.

Terkait hal ini, kata Kasdi, Kementan punya konsep pengembangan kawasan berbasis korporasi pertanian.

"Ini nanti bisa kita kembangkan, dikerjakan USK. Mungkin implementasinya melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pengawasan," terangnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng antusias menyambut kedatangan Dirjen Perkebunan beserta rombongan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved