Breaking News:

Internasional

Gubernur Bank Sentral Lebanon Terancam Jadi Tersangka, Gelapkan Dana Rp 4,3 Triliun

Gubernur Bank Sentral Lebanon, Riad Salameh terancam menjadi tersangka atas kasus penggelapan dana triliunan rupiah.

AFP
Para demonstran membawa spanduk dan poster Gubernur Bank Sentral Lebanon Riad Salameh di Beirut, Lebanon, Jumat (30/4/2021) 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Gubernur Bank Sentral Lebanon, Riad Salameh terancam menjadi tersangka atas kasus penggelapan dana triliunan rupiah.

Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 43 triliun digelapkan melalui saudaranya..

Jaksa Penuntut Umum Lebanon, Jumat (30/4/2021) meluncurkan penyelidikan atas kasus itu.

Penyelidikan tersebut mengikuti permintaan pemerintah Swiss, bahwa lebih dari 300 juta dolar AS telah digelapkan dari bank melalui perusahaan yang dimiliki oleh saudara laki-laki Salameh.

Dilansir Reuters, sumber peradilan senior mengatakan kantor adik laki-laki Salameh, Raja telah ditutup.

Sejumlah perngkat, seperti komputer dan file disita selama penyelidikan.

Jaksa penuntut umum tidak berkomentar.

Baca juga: Prancis Larang Pejabat Lebanon Masuk Paris, Terlibat Korupsi dan Hambat Pemerintahan Baru

Riad Salameh, yang menyangkal melakukan kesalahan, tidak berkomentar ketika ditanya oleh Reuters tentang pembukaan penyelidikan, penyegelan kantor saudaranya, dan penyitaan file.

Bank sentral juga menolak berkomentar, atau memberikan rincian kontak untuk Raja Salameh, dan Reuters tidak dapat segera meminta komentarnya.

Kantor jaksa agung Swiss pada Januari 2021 melaporkan telah meminta bantuan Lebanon dalam menyelidiki pencucian uang, di tengah-tengah krisis keuangan yang berkepanjangan.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved