Breaking News:

Alquran Memberi Syafaat di Akhirat, Termasuk Hikmah di Dunia

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan, di mana di bulan ini menjadi bulan pertama diturunkannya Alquran ke muka bumi

SERAMBI FM/ARDI
Riza Erwin dari Disnarkermobduk Aceh (kiri), Direktur Eksekutif TUCC Aceh, Habibi Inseun (dua kiri) dan Sekretaris DPW FSPMI Aceh, Edi Jaswar (dua kanan) menjadi Narasumber pada Talkshow Interaktif "Perjuangan Serikat Pekerja Mewujudkan Kesejahteraan dalam Visi Aceh Hebat", Jumat (30/4/2021) di Radio Serambi FM 90,2 MHZ, Talkshow Dipandu host Tia andalusia. 

BANDA ACEH - Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan, di mana di bulan ini menjadi bulan pertama diturunkannya Alquran ke muka bumi. Sebagian pendapat ulama menyebutkan, Alquran diturunkan pada malam 17 Ramadhan, atau yang disebut dengan malam Nuzulul Quran. Sementara sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa Alquran diturunkan pada malam Lailatur Qadar.

Meski ada ikhtilaf tentang hari turunnya kitab suci umat Islam ini, namun semua ulama sepakat bahwa Alquran pertama sekali diturunkan pada bulan Ramadhan. Maka dari itu, sudah sepatutnya bulan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk lebih dekat dengan Alquran.

Sebab, menjadi sahabat Alquran bukan hanya memberikan syafaat bagi umat Islam di akhirat kelak, tapi juga mendatangkan hikmah semasa hidup di dunia. Demikian disampaikan Direktur Dayah Darul Qur’an Aceh, Ustaz Hajarul Akbar Al Hafiz MA, saat mengisi tausyiah Ramadhan dalam acara Serambi Spiritual di studio Serambi FM, Jumat (30/4/2021).

Program Serambi Spritual merupakan kerja sama antara Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dan dipancarkan melalui saluran radio 90,2 Mhz dan live streaming di Fanspage Serambinews.com serta Instagram Serambi FM.

Ustaz Hajarul Akbar mengatakan, pada dasarnya bulan Ramadhan menjadi istimewa bukan karena ibadah puasa yang diwajibkan pada bulan ini. Sebab, kewajiban berpuasa memang sudah ada sejak zaman dahulu, seperti disebutkan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya; "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

"Jadi apa yang terjadi (di bulan Ramadhan)? Kalau kita lihat dalam ayat 184 (Surah Al Baqarah) masih penjelasan tentang puasa. Muncul pada ayat 185, apa yang terjadi? Syahrul Ramadhanal Ladzi unzila fiihil qur'an, hudal linnasi wa bayyinatim minal huda wal furqan." "Ternyata bulan Ramadhan ini disematkan ketika disebutkan bahwa Alquran turun di dalamnya," kata Ustaz Hajarul Akbar.

Ini juga yang menjadi sebab mengapa bulan Ramadhan disebut sebagai bulan Alquran. Maka dari itu, sudah semestinya selama bulan Ramadhan dimaksimalkan untuk lebih mendekatkan diri dan menjadi sahabat Alquran. "Kenapa harus bersahabat? Sebagaimana sebuah hadis yang artinya; ‘Bacalah Alquran, kata Rasulullah. Nanti di akhirat itu, Alquran akan datang memberikan syafaat’," terang Direktur Dayah Darul Qur’an Aceh itu.

Hikmah Alquran tersebut, kata Ustaz Hajarul, merupakan sesuatu yang belum jamak diketahui oleh umat muslim. Umat muslim pada umumnya hanya mengetahui akan memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad dengan memperbanyak shalawat padanya.

Akan tetapi, kita juga bisa mendapat syafaat di hari akhirat dari Alquran, dengan sering membaca dan bersahabat dengan kalam Allah ini. "Orang tua kita sebesar apapun pangkatnya ga bisa memberikan syafaat pada kita di akhirat. Siapapun tidak bisa. Tapi Masyaallah, ketika orang membaca Alquran, syafii'an liashhabihi, memberikan syafaat kepada sahabatnya," ungkapnya.

Selain memberikan syafaat di akhirat, bersahabat dengan Alquran juga mendatangkan manfaat besar di dunia. Ustaz Hajarul menyebutkan, orang-orang yang sering membaca Alquran sering terlihat mendapatkan hal-hal yang luar biasa.

Kemudian hikmah lainnya yang didapat dari Alquran di dunia yaitu dapat membuat otak semakin cerdas, khususnya bagi yang bisa menghafal Alquran.

Ustaz Hajarul menjelaskan alasan mengapa menghafal Alquran bisa membuat kecerdasan kita semakin meningkat. Selain karena proses pengulangan menghafal yang membuat memori otak kita bekerja, itu tidak lain juga karena Alquran sendiri merupakan sebuah mukjizat. "Ingat itu mukjizat. Ada orang baca Alquran, khatamin Alquran, taruh air saja didepannya kemudian kita minum, Itu molekulnya bisa berubah. Termasuk air zam-zam, mengapa bisa paling baik? Karena itu dibawah, dekat dengan masjidil haram yang orang tawaf selalu," tambahnya.

Dia juga menceritakan pengalamannya saat diutus oleh Indonesia mengikuti MTQ, hafiz atau tafsir Alquran Internasional di beberapa negara seperti Kuwait, Yordania, Turki dan Maroko. Saat berada di lingkungan tersebut, Ustaz Hajarul melihat hampir seluruh peserta yang hadir disana merupakan orang-orang yang cerdas.

Bahkan tak sedikit diantara mereka yang berprofesi diluar lingkup pendidikan agama, seperti dokter, ahli nuklir, atau insyinyur dalam bidang teknik lainnya. Namun mereka juga merupakan orang-orang penghafal dan memiliki pemahaman yang baik tentang Alquran.

"Ternyata, trik-trik ini (menghafal Alquran) mereka pakai juga untuk memudahkan mereka dalam mengakses dan mendapatkan kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Jadi saya selalu menyampaikan ini setiap acara seminar saya: bukan orang cerdas yang bisa menghafal Alquran, tapi karena menghafal Alquran lah kita menjadi cerdas," pungkasnya.(yh)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved