Breaking News:

Salam

Investasi di Pulau Banyak Jangan Sampai Gagal Lagi

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (2/5/2021) kemarin mewartakan pernyataan penting Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)

HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Direktur Eksekutif Murban Energy Limited, Amine Abid menandatangani kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan perusahaan asal UEA tersebut, Jumat (5/3/2021) di Jakarta. 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (2/5/2021) kemarin mewartakan pernyataan penting Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno terkait Aceh. Menurut Sandiaga, pihaknya akan membantu Pemerintah Aceh untuk mempercepat realisasi investasi Murban Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab, di Aceh.

Sandiaga menargetkan, penandatanganan perjanjian rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) pada sektor pariwisata di Pulau Banyak, Aceh Singkil, akan berlangsung pada Oktober 2021 saat Presiden Jokowi berkunjung ke Dubai. "Target realisasi penandatanganan perjanjiannya bisa kita lakukan saat kunjungan Presiden ke World Expo Dubai, di Uni Emirat Arab pada Oktober tahun ini," kata Sandiaga di Pendopo Gubernur Aceh, saat bertemu Gubernur Nova Iriansyah, Sabtu (1/5/2021).

Sandiaga menjelaskan, salah satu agenda dirinya berkunjung ke Aceh adalah untuk melakukan persiapan lebih rinci mengenai rencana investasi dari UEA ke Aceh, dengan nilai investasi 500 juta dolar AS hingga 1 miliar dolar AS (sekitar Rp14,5 triliun). "Tadi secara rinci kita (dengan Gubernur Aceh) bahas tahapantahapan dan rencana-rencana kesiapan kita. Setelah ini kami lakukan rapat lanjutan dengan kementerian/lembaga terkait agar target realisasi penandatangan perjanjian bisa tercapai," kata Sandiaga.

Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan pemerintah provinsi dalam posisi mendukung semua kebijakan pemerintah pusat, khususnya terhadap rencana investasi UEA ke Bumi Serambi Makkah ini.

"Kita menyesuaikan saja. Kebetulan hampir sebagian besar permintaan insentif dari negara UEA itu menjadi kewenangan pemerintah pusat," katanya. Sedangkan untuk semua kewenangan Pemerintah Aceh dalam rencana investasi itu sudah dilakukan dengan baik, mulai dari hibah lahan milik Pemerintah Aceh kepada pemerintah pusat, perizinan, dan semua hal yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh.

Membaca apa yang tersurat di berita ini sungguh sangat menggembirakan hati, karena menyiratkan segumpal harapan. Dari pernyataan Menparekraf dan Gubernur Aceh itu seakan menyingsing fajar optimisme baru setelah masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil sempat kecewa besar lantaran pihak investor juga dari UEA yang berencana akan investasi ke Pulau Banyak membatalkan sepihak rencananya tahun lalu. Harapan masyarakat dan Pemkab Aceh Singkil tentunya jangan sampai pengalaman buruk sebelumnya terulang. Kalau itu sampai terjadi, bukan saja masyarakat tambah kecewa, tetapi juga kepercayaan mereka terhadap pemerintah dan investor asal UEA akan hilang.

Oleh karenanya, kewajiban semua pihak untuk menjaga dan mengawal agar investasi yang tidak kecil ini benar-benar bisa direalisasikan paling telat di akhir tahun ini. Bagi Aceh Singkil yang dari tahun ke tahun sejak 2011 lalu dinyatakan sebagai kabupaten termiskin di Aceh, investasi ini tentunya akan menjadi lokomotif ekonomi baru yang akan melindas kantung-kantung kemiskinan di kabupaten yang sebetulnya kaya sumber daya alam itu. Bagi Pemerintah Aceh sendiri, investasi berskala besar di Pulau Banyak itu juga sangat penting karena akan menggerakkan roda perekonomian rakyat di kabupaten tersebut. Bila investasi di sektor pariwisata itu mampu menyerap banyak tenaga kerja dan melahirkan 'multiplier effect', maka secara pelan tapi pasti angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh akan berkurang signifikan, mengingat Aceh Singkil selama ini menyumbang angka kemiskinan di Aceh yang cukup besar. Bukan rahasia lagi bahwa Aceh Singkil memiliki indeks kemiskinan tertinggi di Aceh, yakni 20,20%, sedangkan indeks kemiskinan terendah dimiliki oleh Kota Banda Aceh dengan persentase 6,90 %. Membangun Aceh Singkil yang sangat jauh dari ibu kota provinsi memang harus dengan investasi besar. Dan kalau jadi, investasi dari UEA inilah anugerah terbesar bagi Aceh, makanya jangan sampai gagal lagi.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved