Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Ketua DPRK Lhokseumawe Serahkan Bantuan untuk Janda Korban Kebakaran

Karena korban dan anak-anaknya harus mengungsi, maka diharapkan Pemko Lhokseumawe segera menyalurkan bantuan lanjutan.

hand over dokumen pribadi
Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf.menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran pada Minggu (2/5/2021) malam. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Satu unit rumah berkontruksi kayu milik seorang Janda bernama Mardiana (45) di Dusun D Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, terbakar.

Musibah kebakaran itu terjadi pada Minggu (2/5/2021) malam sekitar pukul 22.15 WIB.

Tidak ada harta benda yang diselamatkan. Tersisa hanya pakaian di badan para korban.

Ekses lain dari kebakaran ini, membuat Mardiana bersama empat anaknya harus mengungsi.

Sekitar pukul 23.00 Wib atau satu jam setelah terbakar, Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf, mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut.

Maka tanpa menunda, ia pun langsung datang ke lokasi, membawa sejumlah bantuan sembako dan uang tunai.

Ismail A Manaf menyatakan sangat prihatin terhadap kondisi korban kebakaran tersebut.

"Mereka harus mengungsi. Jadi kita minta kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk segera menyalurkan bantuan lanjutan. Terpenting kita harapkan pemerintah bisa mencari solusi, sehingga mereka bisa secepatnya kembali bisa tinggal ditemlat layak huni, apalagi lebaran Idul Fitri tidak lama lagi," demikian Ismail A Manaf.

Baca juga: Rumah Janda Miskin di Lhokseumawe Terbakar, Hanya Tersisa Pakaian di Badan

Baca juga: Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19 Terus Bertambah dalam Enam Hari Terakhir

Sebelumnya, Muntasir Usman, warga setempat, kepada Serambinews.com, menyebutkan, selama ini Mardiana tinggal bersama empat anaknya di rumah tersebut.

Keempat anaknya adalah Riki (22), Rindu (20), Riza (16) dan Ayu (6).

Posisi rumahnya di ujung lorong dan agak jahh dari rumah warga lain. Sedangkan saat kejadian kebakaran, kondisi rumah memang sedang kosong.

Karena Mardiana bersama dua anaknya, yakni Riza dan Ayu sedang berada di sebuah kedai menunggu Rindu pulang.

Lokasi kedainya berjarak ratusan meter dari rumahnya. Sedangkan kebamaran rumah milik Mardiana pertama dilihat oleh tetangganya. Namun kondisi api sudah membesar.

"Posisi sumber air dari lokasi kebakaran pun jauh. Sehingga tidak ada proses pemadaman. Api menghanguskan rumah dan seluruh isinya. Jadi yang tersisa hanya pakaian yang ada di badan mereka," paparnya.(*)

Baca juga: VIRAL Sejoli Berzina di Kuburan China, Cewek Tak Sempat Pakai Celana, Tutup Muka saat Direkam Warga

Baca juga: VIDEO - Bentrokan Hebat di Ibu Kota Kolombia saat Unjuk Rasa Hari Buruh Internasional

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved