Breaking News:

Satgas Diminta Awasi Harga Pangan

Pengurus Kadin Aceh meminta Tim Satgas Pengendalian Harga Pangan di Aceh maupun kabupaten/kota untuk mengawasi kenaikan harga

For Serambinews.com    
Wakil Wali Kota Langsa, H Marzuki Hamid saat memantau harga bahan pangan pasar Langsa. 

BANDA ACEH - Pengurus Kadin Aceh meminta Tim Satgas Pengendalian Harga Pangan di Aceh maupun kabupaten/kota untuk mengawasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang sangat tidak wajar, seperti harga daging di Abdya dan Aceh Selatan pada meugang puasa lalu, mencapai Rp 190.000-Rp 200.000/kg.

“Harga standar di sana Rp 130 ribu/kg, tapi kenapa pada meugang puasa kemarin, harganya melambung mencapai Rp 190.000-Rp 200.000/kg,” kata Wakil Ketua Kadin Aceh Bidang Perdagangan, Ramli dalam acara Rapat Koordinasi  Satgas Pangan  Dalam Rangka Ketersediaan Stok Pangan dan Stabilitas Harga Bahan Pangan Pokok Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat ( 30/4/2021).

Acara rapat Koordinasi Satgas Pangan ini, dipimpinan Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah, dihadiri Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta SH, Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani, Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution, Kepala Dinas Perternakan Aceh, drh Rahmandi, Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar, Kadis Perindag Aceh, Ir Mohd Thanwier, Kabid Produksi Distanbun Aceh, Safrizal, Wakil Ketua Kadin Aceh, Ramli, Pengurus Perpadi Aceh, Pengurus Asosiasi Pedagang Ternak dan Daging Daerah  dan lainnya.  

Ramli mengatakan, pengawasan terhadap kenaikan harga itu harus dilakukan, agar tidak merugikan masyarakat yang saat ini membutuhkan bahan pokok sebagai persiapan menghadapi Lebaran. Apalagi, tambahnya, pasokan barang kebutuhan pokok, seperti gula, telur, minyak goreng, termasuk sapi Lampung, sangat lancar dan tidak ada hambatan pada angkutannya. Kecuali itu harganya juga masih normal.

“Kendati distribusi lancar, kenapa harga daging di Abdya dan Aceh Selatan bisa mencapai Rp 190.000-Rp 200.000/kg. Sementara di Banda Aceh dan Aceh Besar harganya hanya Rp 150.000/kg.

Karena itu Ramli meminta Tim Satgas Pangan Aceh bersama Tim Satgas Pangan Abdya dan Aceh Selatan, untuk mencari akar masalah yang menyebabkan harga daging melambung tinggi.

Pengurus Perpadi Aceh, Dermawan, meminta Bulog meningkatkan pengadaan/pembelian gabah dan beras petani. Dia juga berharap agar pemerintah pusat memberikan ruang yang lebih besar lagi bagi Bulog untuk menyalurkan beras agar penyerapan gabah dan beras hasil panen petani menjadi lebih besar lagi.

Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengadaan beras lokal. Terkait harga gabah jatuh, ia mengakui, karena pengaruh harga gabah di Sumatera Utara, yang saat ini sedang turun, tapi tidak begitu jauh dengan harga penetapan pemerintah.

Realisasi jumlah beras pengadaan lokal di Aceh, kata Irsan Nasution, sudah mencapaia 6.850 ton, dari rencana targetnya 12.600 ton Sementara stok beras Bulog di Aceh saat ini cukup banyak mencapai  11.350 ton.

Pelaku Bisa Dikenakan Pidana

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta SH mengatakan, akan segera mencari akar tingginya harga daging di Abdya dan Aceh Selatan. “Jika nanti ada bukti kuat kenaikan harga daging karena ada keinginan kelompok pedagang ingin meraup keuntungan berlipat, maka pelakunya bisa dikenakan tindak pidana, karena sengaja menaikkan harga,” tandasnya.

“Begitu juga soal harga gabah yang anjlok di beberaa daerah, kalau ada permainan dan persaingan kurang sehat dari pengumpul gabah petani, akan kita lihat dari sisi hukum,” tambah Kombes Margiyanta.

Kepala Dinas Pangan, Cut Yusminar mengatakan, untuk mengatasi tingginya harga daging saat meugang di Aceh Selatan dan Abdya, pihaknya pernah ditawari daging impor dari Kementerian Perdagangan, tapi karena minat masyarakat di dua daerah itu terhadap daging impor sangat rendah, pengirimannya dibatalkan. “Kendati harga daging sapi dan kerbau lokal mahal, masyarakat Abdya dan Aceh Selatan tetap membeli, meski dengan jumlah yang terbatas,” ujarnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved