Breaking News:

Luar Negeri

Tsunami Covid-19 di India, Rakyat Miskin Banyak yang Mati, Orang Terkaya Asingkan Diri ke Kota Kecil

Saat rakyat miskin banyak yang tewas akibat gelombang Covid-19, dua orang terkaya di India, Mukesh Ambani dan Gautam Adani memilih mengungsi.

Editor: Faisal Zamzami
REUTERS/ADNAN ABIDI
Suasana kremasi masal mereka yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (Covid-19) di sebuah krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus. 

Setelah mengalami pekan terparah karena melonjaknya kasus infeksi virus corona (Covid-19), India pun melaporkan lebih dari 400.000 kasus baru pada hari Sabtu kemarin yang 'mengantarkannya' sebagai pemecah rekor global.

Para Ahli meyakini bahwa jumlah tersebut akan meningkat lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Ini menjadi beban yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya untuk sistem kesehatan yang saat ini sudah 'runtuh', karena seluruh rumah sakit di negara itu kini mengeluarkan permohonan untuk pengiriman oksigen.

Pengalaman India ini tentunya menggarisbawahi paradoks yang serius, bahkan saat Amerika Serikat (AS) dan Eropa menjauh dari hari-hari tergelap di masa pandemi, negara-negara lain justru sedang berjuang mati-matian melawan virus tersebut.

Kebangkitan kasus infeksi yang kuat di India, di mana kasus positif telah menurun hanya beberapa bulan sebelumnya, juga merupakan pengingat bahwa Covid-19 masih jauh dari kata 'terkendali' di seluruh dunia.

S
Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. (Narinder NANU / AFP)

Bahkan dengan kegiatan vaksinasi yang semakin meningkat di banyak negara, virus ini masih belum bisa dikendalikan.

Masih belum jelas seberapa besar peran varian baru Covid-19 yakni B.1.167 dalam kasus lonjakan di India.

Namun jumlah kasus yang mengejutkan itu sendiri membuat negara di kawasan Asia Selatan ini semakin terisolasi.

Pada hari Jumat lalu, AS mengatakan akan membatasi perjalanan dari India.

Lalu banyak negara mulai mengirimkan bantuan untuk mendukung kebutuhan rumah sakit di India yang kewalahan menangani pasien dengan alat medis yang minim, termasuk karena langkanya stok oksigen bagi pasien kritis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved