Breaking News:

Angkatan Laut Cina Bawa Ahli Kelautan untuk Evakuasi KRI Nanggala di Dasar Laut

Ali mengatakan, satu di antara tiga kapal tersebut yakni Scientific Salvage Tan Suo 2 membawa ahli oseanografi dan ahli hidrografi.

ANTARA/SYAIFUL ARIF
Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali mengatakan, kapal Angkatan Laut Cina yang turut membantu proses evakuasi KRI Nanggala 402 membawa penyelam dan para ahli.

Ali mengatakan, satu di antara tiga kapal tersebut yakni Scientific Salvage Tan Suo 2 membawa ahli oseanografi dan ahli hidrografi.

"Kemampuannya untuk Tan Suo 2 adalah Scientific salvage, memang kapal untuk salvage, mengangkat dari bawah laut. Di mana dia membawa submersible dan para expert dari oceanografi maupun hidrografi," kata Ali saat konferensi pers di RS AL Mintoharjo Jakarta pada Selasa (4/5/2021).

Sedangkan dua kapal lainnya yakni PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage and Rescue Yong Xing Dao-863 juga memiliki kemampuan lain.

Untuk Nantuo-195, kata Ali, mmapu mengangkat barang yang cukup berat. Kemudian Yong Xing Dao-863, kata dia, adalah kapal rescue kapal selam yang membawa 48 penyelam.

Baca juga: Kondisi Jenazah Awak Kapal Selam Nanggala 402, MV Swift Rescue Temukan Benda Tertutup Lumpur di Laut

Baca juga: Negara Teluk Kutuk Serangan Milisi Houthi Berkelanjutan ke Arab Saudi

Baca juga: Prabowo Siap Beli 3 Kapal Selam Buatan Jerman Pengganti Nanggala 402, Dilengkapi Teknologi Mumpuni

Kapal tersebut, kata Ali, membawa kapal selam mini.

"Yong Xing Dao-863 ini dilengkapi peralatan robotic, side scan sonar, multi beam echo sounder, dan peralatan medis untuk chamber. Jadi kalau ada kecelakaan pada penyelam dia bisa langsung masuk chamber untuk diselamatkan. Kemudian ada helipad untuk helikopter," kata Ali.

Selain penyelam tersebut, kata Ali, TNI AL juga telah menyiagakan penyelam-penyelam dari Kopaska, Dislambair, dan Taifib Marinir. "Kemudian dari SKK Migas, Timas, kapal yang biasa mengangkut dan memasang pipa bawah laut," kata Ali.

Baca juga: Kisah Haru Kopda Edi Siswanto, Awak KRI Nanggala-402 Ikut Seleksi Kapal Selam Demi Menjaga Sang Ibu

Baca juga: Perbudakan Masih Ada Juga di AS, Pengadilan Hukum Pria Kulit Putih, Bayar Korban Rp 8 Miliar

Baca juga: Kisah Istri Pejabat Alih Profesi Jadi Driver Ojol, Sebut Suami Difitnah sampai Meninggal di Penjara

TNI Angkatan Laut, kata Ali, juga membuka opsi menggunakan robot untuk memasang pengait guna mengevakuasi KRI Nanggala 402 yang berada di kedalaman 838 meter di perairan Laut Bali.

"Kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan, tapi untuk mengangkat memang agak sulit. Karena untuk menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan. Butuh tangan, bisa penyelam, bisa robot. Kalau penyelam dia harus pakai baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk memasang itu," kata Ali.

Ali mengatakan hingga saat ini pihaknya baru bisa mengangkat bagian-bagian kecil dari kapal tersebut.

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Namun untuk bagian besar belum. Tapi akan kita update lagi terakhir seperti apa, apakah sudah bisa, namun upaya ini terus kita lakukan," kata Ali.(Tribun Network/gta/wly)

Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved