Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

GeRAK Aceh Meminta Penegak Hukum Periksa Proyek Pembebasan Tanah Jembatan Pedesi

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, meminta aparat penegak hukum memeriksa proyek pembebasan tanah Jembatan Pedesi, Kecamatan Bambel....

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani SHI. 

Selain itu, berdasarkan lembar lampiran ganti kerugian dari KJPP yang dikirimkan Nasrul Zaman atas nama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tenggara untuk objek aset berlokasi di Desa Pedesi Kecamatan Bambel seluas 6.216 meter per segi.

Lahan tersebut tercatat dimiliki oleh pejabat yang kini merupakan PNS aktif di Pemerintah Aceh Tenggara.

Nilai penggantian tanah, bangunan, sarana pelengkap lainnya dan tanaman yang harus dibayarkan oleh Pemkab Aceh Tenggara sebesar Rp 550 juta lebih dan ini bisa disebutkan sebagai kerugian negara.

Dalam kondisi demikian, GeRAK Aceh kembali mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan mark-up dan korupsi dalam pembebasan lahan jembatan Pedesi-Ngkeran.

GeRAK berharap sebelum pengerjaan jembatan dilanjutkan sebab berpotensi terganggunya pembangunan jembatan tersebut yang sedang diteruskan pembangunannya oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara saat ini," ujar Askhalani.(*)

Baca juga: Istri dan Anak Datang, Terungkap Identitas Mayat Terapung di Laut Peudada

Baca juga: Satgas Covid-19 Aceh Singkil Gelar Operasi Yustisi, 10 Pengunjung Ramadhan Fair Terjaring

Baca juga: VIDEO Viral, Laki Laki ini Maki dan Sebut Pengunjung yang Pakai Masker Tolol di Mal Surabaya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved