Breaking News:

Internasional

Korban Terinjak-injak di Gunung Meron, Saat Perayaan Api Unggun, Sebagian Besar Anak-anak dan Remaja

Sebagian besar korban terinjak-injak saat perayaan keagamaan Api Unggun Yahudi di Israel menimpa anak-anak dan remaja.

AFP
Sejumah mayat korban terinjak-injak ditutup dengan terpal saat Festival Kegamaan Unggun Israel berubah menjadi tragedi di Galilea, Israel, Juma (30/4/2021) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Sebagian besar korban terinjak-injak saat perayaan keagamaan Api Unggun Yahudi di Israel menimpa anak-anak dan remaja.

Seperti Azi yang berusia 13 tahun, seorang anak laki-laki yang manis dan suka belajar merupakan salah satu dari 16 anak-anak dan remaja di antara 45 orang yang tewas.

Tragedi pada Jumat (30/4/2021) di Gunung Meron di Israel utara telah disebut sebagai salah satu bencana masa damai terburuk sejak negara Yahudi itu didirikan pada 1948, seperti dilansir AFP, Senin (3/5/2021).

Hal itu berdampak pada banyak orang muda yang tertarik pada apa yang digambarkan sebagai festival spiritual terutama bagi orang-orang Yahudi yang taat.

Azi, yang bernama lengkap Elazar Yitzchak Koltai, dimakamkan pada Sabtu (1/5/2021) malam di Jerusalem, kata iseorang bu dari anak laki-laki kelas delapan.

Baca juga: Israel Berduka, 45 Orang Tewas Terinjak-injak Dalam Festival Keagamaan Api Unggun

"Sangat menyedihkan ... Ada banyak tangisan," katanya tentang pemakaman di lingkungan Har Hof di Jerusalem, di mana jasad kecil Azi dibungkus dengan syal di lobi sekolah.

"Azi adalah anak yang manis dan bahagia," katanya.

“Dia senang mempelajari Torah,” kitab suci Yudaisme.

Bencana itu mulai terjadi ketika puluhan ribu peziarah memadati situs tempat diyakini seorang mistik Yahudi Rabbi Shimon Bar Yochai dikuburkan.

Acara ini diadakan setiap tahun pada Lag BaOmer, hari libur untuk memperingati kematiannya.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved