Breaking News:

Penumpang Bus yang Positif tak Diizinkan Mudik

Sebanyak 46 orang yang merupakan sopir angkutan umum dan penumpang di Terminal L300 Lueng Bata, Banda Aceh

Serambinews.com
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani 

BANDA ACEH - Sebanyak 46 orang yang merupakan sopir angkutan umum dan penumpang di Terminal L300 Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (3/5/2021) tadi malam sekira pukul 20.30 WIB, menjalani swab antigen gratis yang dilakukan oleh Ditlantas Polda Aceh. Hasilnya, semua yang diperiksa negatif Covid-19.

"Alhamdulillah semuanya baik-baik, tidak ada yang positif dari 46 orang yang kita cek tadi. Baik sopir dan penumpang semuanya negatif Covid-19," kata Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani seusai pengecekan antigen gratis kepada penumpang tadi malam.

Dicky menjelaskan, apabila dalam pengecekan swab antigen itu hasilnya positif, maka pengendara atau penumpang tersebut tidak diizinkan untuk berangkat dan akan dilakukan isolasi. "Kalau negatif silahkan berangkat, tapi kalau positif tidak diizinkan dan akan diisolasi. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi penumpang lain agar aman dari paparan Covid," sebutnya.

Dicky juga menyebutkan, pengecekan swab antigen gratis tadi malam dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dan dalam rangka Operasi Ketupat Seulawah 2021. "Hal tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 menjelang dan pascalebaran nanti," kata Dicky didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy.

Dicky mengatakan, pelayanan swab antigen dilaksanakan secara gratis kepada para pengendara, kondektur, dan penumpang yang akan melakukan perjalanan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara acak sampai 6 Mei mendatang dan juga dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Aceh.

"Mudah-mudahan dengan adanya swab antigen gratis ini bisa menjadi referensi maping Covid-19 dan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan surat antigen secara gratis," imbuhnya.

Dijelaskan, pengecekan untuk penumpang dan sopir itu dilakukan untuk melacak penyebaran Covid-19. Karena kata Dicky, jika dalam satu bus angkutan umum terdapat satu saja yang positif Covid-19, maka itu cukup membahayakan bagi penumpang lain.

"Ini akan secara cepat terjadi penularan, dan bayangkan nanti masing-masing penumpang ini akan pulang ke rumahnya masing-masing, ini cukup bahaya, makanya perlu kita lakukan pengecekan," timpal Dicky.

Pengecekan itu lanjut dia lagi, akan dilakaukan secara berpindah-pindah. "Bisa jadi malam ini di sini, malam besok kita pindah ke lokasi lain. Ini akan terus kita lakukan hingga 6 Mei. Tanggal 6 merupakan hari terakhir mudik (lintas provinsi)," pungkasnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved