Breaking News:

Berita Aceh Timur

Polisi Selidiki Peristiwa Pengeboran Minyak yang Sebabkan Seorang Pekerja Meninggal

"Kita sedang melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut, dan mengumpulkan keterangan saksi," ungkap Kasat Reskrim AKP Dwi Arys...

For Serambinews.com
Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwoko SIP SIK. 

"Kita sedang melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut, dan mengumpulkan keterangan saksi," ungkap Kasat Reskrim AKP Dwi Arys Purwoko, dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Selasa sore.

Laporan Seni Hendri Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan, terkait peristiwa pengeboran minyak yang menyebabkan seorang pekerjanya meninggal dunia.

"Kita sedang melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut, dan mengumpulkan keterangan saksi," ungkap Kasat Reskrim AKP Dwi Arys Purwoko, dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Selasa sore.

Hal senada juga disampaikan oleh, Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Lutfi Arinugraha Pratama, bahwa peristiwa pengeboran minyak yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia masih dalam penyelidikan Polres Aceh Timur.

"Tindak lanjut pascakejadian, sekarang sedang dalam penyelidikan Polres Aceh Timur, dan di-backup oleh Polsek," ungkap Iptu Lutfi.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan kerja saat melakukan aktivitas pengeboran minyak di Desa Buket Pala, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Korban bernama, Yudiansyah (23) warga Desa Paya Palas, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Baca juga: Tahun Anggaran 2021, Target PAD Aceh Tenggara Rp 100 Miliar

"Korban meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur," ungkap salah satu sumber terpercaya kepada Serambinews.com, Selasa.

Selain satu orang meninggal meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat dan telah dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh, dan hingga Selasa hari kondisinya sudah mulai membaik.

Sedangkan satu lagi hanya luka ringan dan saat dirawat di rumah.

"Semua pekerjanya enam orang, satu meninggal dunia, satu luka berat, dan satu lagi luka ringan. Sedangkan tiga lagi tidak mengalami luka," ungkap sumber Serambi tersebut. (*)

Baca juga: Meski ‘Diamuk’ Tsunami Covid-19, India Jor-joran Belanja Alat Perang, Agar Tak Kalah Lagi dari Musuh

Penulis: Seni Hendri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved