Breaking News:

Jurnalisme Warga

UTU sebagai Pusat Herbal Aceh

UNIVERSITAS Teuku Umar (UTU) merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri di Meulaboh, Aceh Barat yang berdiri bertepatan dengan Hari Pahlawan

UTU sebagai Pusat Herbal Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Guru Besar Unimal dan Rektor Uniki Bireuen, melaporkan dari Kampus UTU Alue Peunyareng, Meulaboh

OLEH Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Guru Besar Unimal dan Rektor Uniki Bireuen, melaporkan dari Kampus UTU Alue Peunyareng, Meulaboh

UNIVERSITAS Teuku Umar (UTU) merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri di Meulaboh, Aceh Barat yang berdiri bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2006. Dalam umurnya yang masih relatif muda, kampus ini telah banyak menorehkan prestasi, khususnya di bidang pendidikan.

Dengan mengusung “agro and marine industry” sebagai core business-nya, kampus yang terletak di pantai barat Sumatra ini bertekad menempatkan dirinya sebagai sumber referensi ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis di sektor agroindustri dan kelautan.

Pihak UTU sadar bahwa sebagian Aceh Barat terdiri atas lahan pertanian gambut yang sangat subur. Kawasan Alue Peunyareng, tempat Kampus UTU berada, juga merupakan lahan gambut yang sangat cocok digunakan untuk budi daya tanaman herbal atau tumbuhan berkhasiat obat.

Herbal merupakan obat alternatif berupa tanaman atau tumbuhan yang mempunyai guna atau nilai lebih dalam pengobatan sejumlah  penyakit. Tanaman yang kaya manfaat tersebut banyak digandrungi masyarakat untuk pengobatan serta pencegahan berbagai penyakit.

Potensi tumbuhan herbal sebetulnya sangat banyak terdapat di Aceh, tapi masih sangat sedikit yang dibudidayakan dan dikembangkan berbasis riset dan pembelajaran secara terintegrasi. Padahal, dengan adanya sentuhan teknologi sederhana dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah berlipat ganda serta sangat ekonomis untuk diproduksi, terutama dalam partai besar.

Keseriusan terhadap pemanfaatan anugerah Allah yang begitu melimpah ini tentu akan menjadikan masyarakat kita sehat dan sejahtera dari sisi ekonomi. Pimpinan UTU melihat potensi ini sebagai peluang, lalu dibangunlah UTU Herbal Park. Lokasinya hanya sekitar 50 meter dari Gedung Kantor Pusat Administrasi atau Biro Rektor UTU di Alue Peunyareng, Meulaboh.

Di Herbal Park ini puluhan jenis tumbuhan berkhasiat obat ditanam. Misalnya, pohon kumis kucing, cincau, serai wangi, halia, lengkuas, kunyit, temulawak, katuk, bahkan tongkat ali. Dalam jumlah besar, tumbuhan daun kelor (Moringa) juga ditanam di areal Herbal Park ini. Bahkan boleh dibilang kelor merupakan primadona kebun herbal milik UTU ini.

Buktinya, UTU telah berhasil mengembangkan daun kelor menjadi “teh kelor” yang nikmat dan kaya akan antioksidan serta mampu menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, menurunkan kolestrol, mengatasi kanker, serta berbagai penyakit lainnya.

Teh kelor yang memiliki rasa bagaikan “teh Jepang” tersebut dapat dinikmati sambil melakukan “browsing internet” yang memang disediakan di kantin akademik UTU. Selain itu, tamu-tamu yang berkunjung atau yang diundang ke UTU hampir selalu dijamu sarapan dengan suguhan teh kelor. Teh kelor untuk sarapan pagi ini bahkan bukan berasal dari daun kelor yang dikeringkan, melainkan langsung dipetik beberapa tangkai dari batangnya, diseduh dengan air panas, lalu disuguhkan dalam cangkir kecil. Untuk tamu yang merasa perlu gula sebagai teman teh kelor, pihak UTU menyediakan gula aren yang sudah dihaluskan.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved