Breaking News:

Apakah Orang Kurang Mampu yang Punya Smarthone Boleh Menerima Zakat? Ini Penjelasannya

Hukum membayar zakat fitrah adalah wajib bagi setiap umat Islam yang mampu, mulai tua, muda, besar, kecil, lelaki, hingga perempuan.

IST
Ilustasi Zakat Fitrah 

Hal ini sesuai dengan hadist berikut.

Dari Ibnu Abbas; Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari hal yang sia-sia, omongan yang tidak perlu, dan sebagai bantuan makanan bagi orang-orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat (Id), itu merupakan zakat yang diterima. Siapa yang menunaikannya setelah shalat, itu merupakan sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud).

Baca juga: Wanita asal Mali Lahirkan Bayi Kembar 9, Saat USG Hanya Terlihat 7 Janin

Baca juga: Siap-siap! Mulai Besok Perbatasan Aceh dan Sumut Ditutup, Nekat Melintas Akan Dipaksa Putar Balik

Lantas siapa saja yang berhak memperoleh zakat fitrah?

Sesuai dengan firman Allah dalam surat At Taubah ayat 60, berikut 8 golongan orang yang mendapat zakat fitrah.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanya untuk: (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) amil zakat, (4) para muallaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang terlilit utang, (7) untuk jalan Allah, dan (8) untuk mereka yang sedang terputus perjalanan jauh (untuk melanjutkan perjalanan), sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

Bagaimana dengan seorang miskin yang memiliki smartphone? Bolehkan dimasukkan kedalam golongan orang yang memperoleh zakat?

Sebelum memutuskan hal tersebut, ada baiknya kita faham terlebih dahulu pengertian fakir dan miskin.

Dikutip dari rumaysho, dari Nail Ar-Raja’ bi Syarh Safinah An-Naja’, hlm. 344-345, fakir, yaitu orang yang tidak punya harta dan tidak punya pekerjaan untuk mencukupi.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved