Breaking News:

Istri Driver Ojol Nekat Aborsi Janin 6 Bulan dan Buang di Tong Sampah, Dipicu Kesulitan Ekonomi

SI bersuamikan seorang pengemudi ojek online dengan penghasilan tidak menentu setiap harinya. Oktober 2020 lalu, SI hamil.

ISTIMEWA
Rilis kasus aborsi di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Selasa (4/5/2021). 

"Bayinya dimasukkan ke dalan kresek lalu dibuang ke dalam tong sampah," tambahnya.

Iman menjelaskan, janin yang diaborsi tersebut berusia enam bulan dalam kandungan dan berjenis kelamin perempuan.

"Usianya enam bulan dalam kandungan," jelas Iman.

SI menyampaikan modus aborsi yang dilakukannya adalah dengan cara meminum pil peluruh kandungan.

Ia mendapatkan pil aborsi itu dari hasil berselancar di internet dan membelinya di toko online seharga Rp 1,5 juta.

"Dengan modus menggunakan obat yang dibeli online, kemudian diminum untuk menggugurkan kehamilannya. Minum obat, lalu kemudian bayinya keluar," kata Iman.

Faktor ekonomi yang mendorong SI menggugurkan buah hatinya.

SI gundah jika kelak anaknya lahir, ia tidak mampu merawat dan menghidupinya.

Terlebih situasi pandemi Covid-19 semakin membuat sulit SI dan suami meraup pundi-pundi.

"Alasannya karena tidak mau membebani keluarga atau membebani suaminya dengan kahadiran anak kedua," jelas Iman.

Halaman
1234
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved