Breaking News:

Opini

Mencintai Rasulullah dengan Matematika

Rasulullah Saw adalah sosok teladan umat manusia yang keagungan akhlaknya terasa sampai hari ini. Sekalipun baginda hidup 14 abad yang lalu

DR RITA KHATHIR MSc, 

Oleh Dr. Rita Khathir, S.TP., MSc

Dosen Prodi Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala

Rasulullah Saw adalah sosok teladan umat manusia yang keagungan akhlaknya terasa sampai hari ini. Sekalipun baginda hidup 14 abad yang lalu dan umat Islam zaman ini tidak pernah melihatnya, tidak pudar sedikit pun cahaya dan wanginya, bahkan semakin menyebar

ke seluruh penjuru dunia. Sempena ibadah puasa yang sedang kita jalankan, mari sejenak kita tafakkur tentang baginda dengan cara ilmiah menggunakan ilmu matematika.

Pertama, Rasulullah Saw berjuang selama 13 tahun periode Mekkah dan 10 tahun periode Madinah. Selama di Mekkah, perjuangan beliau adalah meluruskan tauhid dengan 1 kalimat yakni Laa ilaa haillaallah. Tidak ada (0) Tuhan selain Allah (1). Kata tidak ada ini dinotasikan dengan nol dan hanya Allah dinotasikan dengan 1. Teori adanya 2 bilangan 0 dan 1 ini disebut dengan teori biner yang ditemukan oleh Leibniz seorang ilmuan Jerman yang hidup 1.000 tahun setelah Rasulullah tiada.

Teori biner adalah asas dari sistem perangkat digital di zaman ini (kalkulator sampai komputer) di mana binary digital (bit) adalah sistem mengelompokkan angka 0 dan 1 dalam 8 angka di mana 1byte adalah 8bit. Turunan binary image adalah citra logo hitam putih, citra kode batang (bar code), citra pemindahan teks fotocopy, dan lain sebagainya.

Kalau kita ditanya orang apakah yang paling hebat di zaman ini? Tentu kita semua setuju kalau teknologi digital adalah yang paling hebat, terlebih kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang bermakna telah terjadi transformasi berbasis digital secara global. Masya Allah, Rasulullah Saw telah menggagas teori ini jauh sebelum Leibniz memikirkannya, dan apabila kita menyadarinya maka tentu akan bertambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt dan bertambah pula cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Kedua bagaimana puasa Rasulullah Saw? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah RA, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya'ban." (HR. Bukhari-Muslim).

Apabila dalam setahun hijriyah terdapat 354 hari, Rasulullah setidaknya berpuasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis dan pada 3 hari di pertengahan bulan (ayyamul bidh), maka dalam sebulan selama 10 bulan, beliau telah berpuasa sebanyak 110 hari. Sedangkan dalam bulan Syakban, beliau berpuasa selama 20 hari atau 2x lipat banyaknya puasa di bulan-bulan yang lain. Tibalah Ramadhan di mana

Rasulullah akan berpuasa selama sebulan penuh. Maka total jumlah hari di mana Rasulullah dalam keadaan berpuasa adalah 160 hari dalam setahun.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved