Breaking News:

Opini

Pesona Ramadhan di Gampong Syariah, Beurawe

USAI shalat Subuh selepas sahur, niat untuk kembali merajut mimpi semakin besar. Pasalnya, akhir-akhir ini mata baru bisa terpejam menjelang sahur

Pesona Ramadhan di Gampong Syariah, Beurawe
FOTO IST
CUT SALMA H.A., Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Beurawe, Banda Aceh

CUT SALMA H.A., Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Beurawe, Banda Aceh

USAI shalat Subuh selepas sahur, niat untuk kembali merajut mimpi semakin besar. Pasalnya, akhir-akhir ini mata baru bisa terpejam menjelang sahur. Hanya satu hingga dua jam terlelap, bayang-bayang skripsi dan deretan tugas akhir lainnya kerap menghantui. Itulah yang saya rasakan sebagai mahasiswa semester 8 di UIN Ar-Raniry.

Pukul 09.30 WIB, suara ponsel membuat saya terbangun, kali ini bukan alarm yang membangunkan, melainkan sebuah panggilan masuk dari salah satu sahabat, Ruhul. "Aku di bawah," begitu katanya.

Hari itu kami berniat berangkat lebih cepat menuju salah satu Gampong Syariah di Kota Banda Aceh. Menggunakan ‘Bebek’, sebutan untuk nama sepeda motor kesayangan Ruhul, yang baru saja bisa ia kendarai.

Perjalanan Darussalam  menuju Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, di pagi hari saat bulan Ramadhan rasanya menjadi amat sangat jauh. Mata tak bisa diajak kerja sama. Sesekali mulut juga masih kerap menguap.

Pagi itu, Minggu (25/4/2021), adalah hari ke-35 kami melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Beurawe. Seharusnya KPM dilakukan secara mandiri dari rumah masing-masing, tapi karena beberapa urusan yang mengharuskan untuk tetap berada di Banda Aceh, sehingga mau tak mau, KPM terpaksa dilakukan di kampung lain.

Meski demikian, KPM yang kami lakukan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), sehingga kami juga membatasi perkumpulan serta selalu menggunakan masker di setiap kegiatan, hanya di beberapa waktu saja kami terpaksa menanggalkannya.

Kami tiba di Masjid Al-Furqan Gampong Beurawe sekitar pukul 10.30 WIB. Niat cepat berujung telat. Beberapa mahasiswa lain yang juga melakukan KPM di sana sudah mulai berkumpul. Hari itu kami berencana melakukan persiapan untuk menggelar perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk anak-anak kampung.

Sebuah tenda sudah terpasang sejak malam selepas shalat Tarawih di pekarangan Masjid Al-Furqan Gampong Beurawe. Siapa yang tak kenal dengan masjid ini? Sebuah mesjid di Banda Aceh yang sempat viral di media sosial Indonesia lantaran anak mudanya punya cara unik membangunkan warga gampong untuk sahur.

"Hai ibu, bapak, ibu, bapak, ibu, bapak, hai kajeut beudoeh, watee ka sahoe, watee ka sahoee, [Hai, ibu, bapak, ibu, bapak, ibu, bapak. Hai, sudah bisa bangun, waktunya sahur, waktunya sahur]," sebait lirik yang dilantunkan Nisfunnahar dan sekelompok anak muda lainnya menggunakan pelantang suara masjid saat membangunkan warga untuk makan sahur.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved