Breaking News:

Tak Lolos Tes ASN, Sejumlah Penyidik KPK yang Tangani Kasus Kakap Diisukan Bakal Dipecat

Pemecatan terhadap para pegawai KPK ini merupakan buntut dari tes wawasan kebangsaan yang digelar lembaga tersebut.

abba gabrillin
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). 

Ia menduga tes itu sesungguhnya menjadi bagian dari upaya menyingkirkan pegawai independen, di antaranya penyidik dan penyelidik yang diangkat oleh KPK.

"Secara akademis bagus, integritas tegak, banyak yang punya pengalaman bela negara, dan selama ini telah berbuat banyak untuk bangsa dan negara. Tapi dilecehkan dengan isu itu," kata Novel.

Sumber lain mengatakan rata-rata penyidik yang akan dipecat pernah menjadi kepala satuan tugas dalam penanganan sejumlah perkara korupsi kakap di KPK.

Perkara korupsi yang mereka tangani adalah kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik, antara lain kasus suap terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menyeret Harun Masiku, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sekarang masih buron.

Kemudian kasus dugaan suap Bansos Covid-19 di Kementerian Sosial yang menjerat Juliari Batubara selaku Menteri Sosial.

Sebagian lagi merupakan Tim Satgas kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo selaku Menteri KP.

Kedua kasus tersebut menjerat dua pucuk kementeriannya yakni Juliari Batubara dan Edhy Prabowo sebagai tersangka.

Kini keduanya tengah menjalani persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.

Sementara di kasus suap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju oleh Walkot Tanjungbalai HM Syahrial, salah satu penyidiknya adalah Yudi Purnomo.

Diketahui, kasus ini mulai menyeret Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang sudah dicegah ke luar negeri dan digeledah kediamannya.

Hal-hal di atas senada dengan apa yang disampaikan oleh mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) yang mengatakan apabila kabar pemecatan itu benar, adalah suatu langkah yang aneh.

Sebab, kata dia, banyak penyidik-penyidik tersebut tengah mengusut perkara besar.

"Kasus suap Bansos Covid-19, Suap Ekspor Benur, e-KTP, Suap Tanjung Balai, kasus bos batubara yang jadi DPO, kasus mafia hukum di pengadilan dan juga penyuapan penyidik KPK yang mulai menyinggung pimpinan parlemen dan salah satu komisioner KPK. Apakah ini, salah satu misi dan sasaran 'penghancuran' KPK?" kata BW dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Sementara mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas juga menilai para penyidik itu merupakan tulang punggung KPK hingga saat ini.

"Sebagian besar saya kenali 10 tahun yang lalu, mereka itu tulang punggung pegawai KPK yang teruji bobot moral dan profesional yang super independen. Ada beberapa yang mantan polisi aktif yang mundur dan seizin Kapolri saat itu untuk memilih berhikmat di KPK. Mereka memilih alih status dan alih fungsi dari potensi jenderal di mabes pindah ke KPK," papar Busyro.

Adapun Sekjen KPK Cahya H Hareffa menegaskan hasil tes wawasan kebangsaan dalam alih status pegawai menjadi ASN belum dibuka setelah diterima dari BKN pada 27 April 2021. Sehingga belum diketahui siapa saja pegawai KPK yang lolos dan tidak.

Hasil tes tersebut merupakan penilaian terhadap 1.349 pegawai KPK yang telah ikuti tes asesmen.

Hasil tes, kata dia, segera dibuka ke publik sebagai bentuk transparansi. (tribun network/ham/dod)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejumlah Penyidik KPK yang Tangani Kasus Kakap Diisukan Bakal Dipecat Karena Tak Lolos Tes ASN

Baca juga: Berstatus Terdakwa Korupsi, Mark Sungkar Keluar Rutan, Ayah Zaskia & Shireen Jadi Tahanan Kota

Baca juga: Jennifer Dunn Sempat Terlibat Kasus Narkoba dan Dicap Pelakor, Begini Kehidupannya Kini

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved