Sabtu, 9 Mei 2026

Hadiri Pekan Imunisasi Dunia

Dinas Kesehatan Banda Aceh bersama UNICEF dan Yayasan Darah untuk Aceh, Senin (3/5/2021), memperingati Pekan Imunisasi Dunia

Tayang:
Editor: hasyim
FOTO IST
KETUA Dekranasda Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT menyatakan, masyarakat di Aceh maupun luar Aceh sangat meminati motif-motif Gayo, yang dinilai unik dan indah 

Dyah Erti Idawati

Dinas Kesehatan Banda Aceh bersama UNICEF dan Yayasan Darah untuk Aceh, Senin (3/5/2021), memperingati Pekan Imunisasi Dunia di Posyandu Bungong Jeumpa, Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan antusias warga untuk memberikan imunisasi dasar lengkap untuk anaknya.

Pekan Imunisasi Dunia itu tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, Ketua TP PKK Banda Aceh, Nurmiati AR, perwakilan dari Dinas Kesehatan Aceh dan Banda Aceh, kader posyandu, Camat Meuraxa, dan warga yang membawa anaknya untuk diimunisasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menyampaikan begitu pentingnya imunisasi agar anak-anak terhindar dari berbagai ancaman penyakit berbahaya. "Imunisasi juga sangat penting untuk mencegah stunting pada anak Aceh. Kita jangan hanya fokus pada asupan gizi anak saja, namun anak sakit-sakitan, sama saja tidak efektif," kata Dyah.

Ancaman berbagai penyakit berbahaya benar-benar nyata, terutama sejak munculnya wabah Covid-19, yang membuat berbagai kegiatan dan mobilitas masyarakat harus dibatasi demi menghambat penyebaran virus. Akibat pandemi yang terus mendera Aceh dan bahkan dunia itu telah berimbas pada menurunnya cakupan imunisasi bagi anak yang nyaris tidak terlaksanakan dengan baik.

Istri Gubernur Aceh, ini menyebutkan, Kementerian Kesehatan RI mencatat cakupan imunisasi rutin nasional tahun lalu turun hingga 35 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Data Dinas Kesehatan Aceh, cakupan imunisasi dasar lengkap Aceh tahun 2020 hanya sebesar 38 persen, dan itu masih jauh dari target nasional sebesar 93 persen.

“Penurunan target imunisasi ini karena adanya wabah virus Covid-19, yang membuat ibu-ibu enggan membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi. Selain itu, banyak keluarga yang mengabaikan program imunisasi bagi anaknya karena takut," ungkap Dyah.

Pada momentum Pekan Imunisasi Dunia tahun ini, Dyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan program perlindungan kesehatan bagi anak dengan memberi imunisasi kepada mereka. Sebab, menurut Dyah, imunisasi adalah bagian dari hak anak untuk mendapatkan kesehatan yang baik.

Dyah mengingatkan orang tua di Aceh bahwa dalam situasi apapun anak-anak rentan terjangkit penyakit-penyakit berbahaya seperti difteri, campak, pneumonia, dan polio. Dengan imunisasi lengkap, segala penyakit tersebut bisa dicegah.

Ia juga mengajak kader posyandu dan pengurus PKK di seluruh Aceh agar tetap semangat serta jangan pernah lelah mengampanyekan program imunisasi dan vaksinasi Covid-19. Sebab, hal ini bertujuan untuk melindungi anggota keluarga dan ikut berkontribusi dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona. Imunisasi di Aceh memang banyak mendapat tantangan yang cukup besar, terutama informasi hoaks di media sosial yang tersebar di masyarakat hingga membua orang tua tak mengimunisasi anaknya.

Ketua TP PKK Banda Aceh, Nurmiati AR, mengatakan, imunisasi bukanlah program baru, namun sudah ada sejak dulu. Imunisasi sudah terbukti berhasil menurunkan angka kesakitan serta kematian pada anak. Hal itu merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan generasi agar terhindar dari penyakit berbahaya. Karena itu, ia berharap seluruh kader ponsyandu yang didukung oleh TP PKK kecamatan, agar bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk rutin membawa anak-anaknya untuk diimunisasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved