Breaking News:

Ramadhan 2021

Menjaga Tradisi Leluhur, Disbudpar Aceh Gelar Khanduri Ie Bu Peudah

Kemudian dilanjutkan dengan acara puncak berupa dialog dengan sejarawan/budayawan. Serta memasak ie bu peudah yang akan dibagikan kepada pengguna jala

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Foto Disbudpar Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin saat melihat proses memasak Ie Bu Peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kutabaro, Aceh Besar, Rabu (5/5/2021). Kunjungan itu merupakan safari Khanduri Ie Bu Peudah. 

Saat ini, meski tidak semua gampong menjalankan tradisi ini, tapi masih sangat banyak gampong yang rutin memasak dan membagi ie bu peudah di kala Ramadhan, khususnya di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.

Bahkan di beberapa gampong, mereka sudah memiliki tungku dan bangunan khusus untuk memasak ie bu peudah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin mengatakan, Khanduri Ie Bu Peudah menjadi salah satu strategi promosi wisata Aceh.

Serta upaya membangun kesadaran masyarakat Aceh untuk melestarikan makanan khas yang sudah turun-temurun ini.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin promosikan kebudayaan dan suasana kehangatan Ramadhan di Aceh kepada para wisatawan yang hadir,” ujar Jamaluddin.

Jamaluddin menambahkan, tradisi dan resep kuliner khas ini harus terus dilestarikan dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Katanya, potensi kuliner ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh.

Sementara Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari menjelaskan, kekayaan cita rasa 44 jenis rempah di Ie Bu Peudah semakin memperkuat jejak sejarah Aceh, yang dulunya terkenal sebagai pelabuhan yang cukup ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang seperti Arab, India dan Eropa.

Mereka datang untuk melakukan jual-beli barang komoditas rempah Aceh yang sangat terkenal bagus kualitasnya.

Sehingga Aceh terpilih sebagai salah satu dari 20 titik Jalur Rempah Nusantara yang direkonstruksi dan revitalisasi untuk diusulkan sebagai World Heritage oleh Kemendikbud Ristek. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved