Breaking News:

Opini

Agen Perubahan dan Inovasi di BPN Aceh Besar

Tanggal 29 April 2021 sekitar pukul 12.30 WIB saya datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Besar memenuhi undangan kepalanya

Agen Perubahan dan Inovasi di BPN Aceh Besar
IST
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris dan Founder Warung Penulis, melaporkan dari Aceh Besar

Oleh SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar,

melaporkan dari Aceh Besar

Tanggal 29 April 2021 sekitar pukul 12.30 WIB saya datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Besar memenuhi undangan kepalanya, Bapak Agusman A.ptnh.

Saya diundang khusus terkait dengan tulisan saya yang dimuat pada rubrik ‘Jurnalisme Warga’ Serambi Indonesia. Saat itu saya menulis tentang kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) se-Aceh yang dilaksanakan oleh BPN Wilayah Aceh. 

Tulisan tersebut berjudul “Punya Tanah? Anda Wajib Tahu Informasi dan Aplikasi Ini”. Tulisan ini mendapat apresiasi dari Bapak Kakan BPN Aceh Besar dan Kakanwil BPN Aceh, Bapak Dr Agustyarsyah MP. Pak Kakanwil bahkan ikut memberi komentar di status Facebook saya.

Sesampai di Kantor BPN Aceh Besar, Pak Agusman meminta kesediaan saya menjadi Agen Perubahan Eksternal dalam  mendukung  Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Untuk mewujudkan hal itu, Pak Agusman membuat inovasi baru dengan menggandeng PPAT sebagai agen perubahan. Tujuannya adalah untuk bisa bersama-sama membantu masyarakat dalam memberantas pungutan liar (pungli) dan korupsi.

Ketika diminta kesediaan saya menjadi Agen Perubahan di BPN Aceh Besar, yang menjadi pertanyaan besar saya adalah kenapa harus saya? Apa kelebihan yang saya miliki sehingga BPN memilih saya menjadi agen perubahan? Menurut Kakan BPN Aceh  Besar, “Dari penilaian Kakan dan jajarannya Ibu Siti Rahmah mampu membantu menjadi pelopor perubahan di satuan kerja kami untuk membangun zona integritas menuju WBK. Selain memiliki kemampuan menulis juga berprofesi sebagai PPAT Aceh Besar,” ujarnya. 

Ya, begitulah. Di Kantor BPN Aceh Besar, saya ternyata sudah ditunggu di depan pintu masuk oleh Bu Siti Lailina SE, Kepala Subbagian Tata Usaha. Saya sering menyapanya dengan Kak Lina. Kami bersalaman sambil saling menyapa satu sama lain. Kami kemudian masuk ke ruang kerja Kakan BPN Aceh Besar. Di dalam ruangan beliau, kami berdiskusi panjang. Bagaimana BPN mendukung ZI menuju WBK. Kami bicara hingga inovasi yang sudah dilakukan oleh BPN Aceh Besar. Kami juga berdiskusi tentang program dan inovasi BPN Aceh Besar ke depan untuk menjadi wilayah bebas korupsi.

Menarik buat saya karena ini menyangkut pekerjaan saya sebagai PPAT. Saya bisa bayangkan jika ini berhasil, berapa banyak penduduk Aceh Besar akan menikmati hasilnya. Setelah diskusi panjang, saya diberi selempang warna hitam yang bertuliskan Agen Perubahan dan Pak Kakan juga mengenakan selempang bertuliskan Duta Role Model. Saya kemudian diminta memberikan testimoni terkait inovasi BPN Aceh Besar dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

Tujuan dari adanya agen perubahan ini adalah memotivasi perubahan-perubahan di setiap divisi atau pokja-pokja yang yang terlibat dalam pembangunan ZI. Semakin banyak agen perubahan maka semakin bagus kinerja serta inovasi yang muncul dan semakin inovatif. Terutama, dalam pelayanan balik nama yang masyarakat diharapkan dapat mengurus sertifikatnya sendiri ke Kantor BPN Aceh Besar dan Kantor Pelayanan Tanah di Lambaro. Hal ini untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. 

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved