Haba Bank Aceh
Bank Aceh Bersama TNI Kembangkan UMKM di Aceh Utara
Ini adalah bentuk komitmen dan wujud kepedulian Bank Aceh Syariah dalam pengembangan sektor riil, dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat di Keca
Kegiatan pembinaan yang dilakukan PT Bank Aceh Syariah beserta Kodam IM adalah sebuah bentuk stimulan yang mendorong masyarakat mengembangkan lebih serius, sehingga menjadikan budidaya ikan air tawar di jaring apung menjadi sumber nafkah bagi mereka. Ujar Taufik Saleh
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe bersama TNI dari Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) serta jajarannya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara berhasil mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Usaha tersebut berupa budidaya ikan air tawar di jaring apung yang dijalankan oleh Kelompok Usaha Perikanan Jasa Tanjung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Budidaya ikan air tawar yang diinisiasi Kodam IM dengan delapan kolam. Kemudian, pada Maret 2021, usaha tersebut dimodali Bank Aceh Syariah Lhokseumawe dan berkembang pesat. Kini Kelompok Usaha Perikanan Jasa Tanjung memiliki 114 kolam.
Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe Taufik Saleh melakukan penaburan bibit di lokasi tersebut pada Kamis, 18 Maret 2021. Turut hadir Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumitaring Baskoro, Dandim 0103/ Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto, staf, muspika Langkahan dan tokoh masyarakat setempat.
“Ini adalah bentuk komitmen dan wujud kepedulian Bank Aceh Syariah dalam pengembangan sektor riil, dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kecamatan Langkahan,” ujar Pemimpin Cabang Bank Syariah Lhokseumawe.
PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe, kata Taufik Saleh, sudah menyalurkan pembiayaan kepada kelompok usaha perikanan Jasa Tanjung untuk budidaya ikan air tawar di jaring apung. Jenis ikan yang dikembangkan pada keramba jaring apung Langkahan adalah Patin atau Pagasius Sutchi, Nila dan Lele.
Taufik Saleh mengatakan, Kegiatan pembinaan yang dilakukan PT Bank Aceh Syariah beserta Kodam IM adalah sebuah bentuk stimulan yang mendorong masyarakat mengembangkan lebih serius, sehingga menjadikan budidaya ikan air tawar di jaring apung menjadi sumber nafkah bagi mereka.
“Pembiayaan yang diberikan PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe ini adalah pilot project pembiayaan pada sektor perikanan keramba, dengan harapan usaha yang diberikan pembiayaan dapat berkembang dengan baik. Selain itu, pengembalian pembiayaan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Sehingga pada akhirnya dana tersebut dapat kembali digulirkan kepada sektor usaha produktif lainnya", ujar Taufik Saleh.
Ia menjelaskan, pembiayaan ke sektor perikanan ini merupakan langkah nyata kontribusi PT Bank Aceh Syariah dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. Sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat terutama di sektor UMKM di tengah pandemi wabah Covid-19 yang melanda dunia.
Disebutkan, PT Bank Aceh Syariah memberikan pembiayaan kepada kelompok usaha perikanan tersebut sebesar Rp 200 juta yang direalisasikan secara bertahap. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan jumlah kolam sehingga saat ini menjadi 114 kolam.
“Saat ini jumlah keramba menjadi 114 kolam dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 23 orang, sehingga rata-rata setiap orang mengelola 5 kolam, “ kata Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe.
Secara ekonomi kata Taufik Saleh, jumlah ini hampir mencapai economic of scale, artinya setiap orang mengelola setiap kolam akan memberikan keuntungan yang layak secara ekonomi. Bila masa pemeliharaan Patin 10 bulan, maka petani sudah mampu panen setiap 2 (dua) bulan sekali. “Hal penting lain untuk meningkatkan keuntungan petani, perlu diperkenalkan beberapa pakan alternatif,” ujar Taufik.
Dengan pakan alternatif yang murah dapat meningkatkan keuntungan petani secara signifikan. Pakan alternatif yang bisa dikembangkan dapat berasal dari maggot atau bekicot yang dapat diproduksi atau dibudidayakan dengan murah.
Pengembangan pakan-pakan alternatif ini perlu diinisiasikan lebih lanjut sehingga meningkatkan nilai tambah yang signifikan bagi petani. Bila keuntungan petani cukup signifikan maka petani memiliki kemampuan untuk melakukan ekspansi usahanya.
“Disinilah nantinya Bank Aceh Syariah kembali mengambil peran membantu kembali dengan pembiayaan yang lebih besar sehingga dapat terwujudnya program UMKM naik kelas,” pungkas Taufik Saleh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bas_1.jpg)