Breaking News:

Penanganan Covid 19

Mutasi Covid-19 Terus Berkembang, Ketua Tim Riset Corona Sebut Vaksin Sudah Ada Perlu Diteliti Lagi

Prof dr Chairul Anwar Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Prof Nidom Foundation (PNF), mengatakan mutasi virus berkembang

Shutterstock
Ilustrasi vaksin corona (Shutterstock) 

Prof dr Chairul Anwar Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Prof Nidom Foundation (PNF), mengatakan mutasi virus berkembang berdasarkan faktor kebiasaan masyarakat dan lingkungan.

SERAMBINEWS.COM - Di berbagai negara, varian mutasi virus corona terus berkembang, tak terkecuali di Indonesia.

Di Tanah Air Indonesia saja sudah ada tiga varian, dua di antaranya masuk kategori varian yang patut diwaspadai.

Prof dr Chairul Anwar Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Prof Nidom Foundation (PNF), mengatakan mutasi virus berkembang berdasarkan faktor kebiasaan masyarakat dan lingkungan.

Mutasi virus bisa berkembang berbeda antara satu wilayah atau negara.

"Kalau dilakukan di Indonesia, saya yakin bahwa Indonesia akan lebih banyak mutasi," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Ini Grafik Perkembangan Kasus Covid-19 di Lhokseumawe, Sejak 26 April Hingga 7 Mei 2021

Baca juga: Kronologi Pria Tak Dikenal Tampar Imam saat Shalat Subuh, Pelaku Disebut Jengkel Dengar Suara Ngaji

Baca juga: Aurel Hermansyah Umumkan Hamil Anak Pertama, Atta Halilintar: Alhamdulillah Ya Allah Istriku Hamil

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri mutasi virus sangat berpengaruh pada antibodi yang dihasilkan dari vaksinasi.

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada vaksin-vaksin yang ada kini.

"Beberapa waktu yang lalu masih menganggap bahwa populasi virus Wuhan mendominasi ternyata hasilnya kurang memuaskan kemudian sekarang bergeser sudah berkurang variannya," terang Nidom.

Meski sulit diterapkan, ia pun menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dihentikan sementara, sambil melakukan evaluasi terhadap antibodi yang dihasilkan vaksin.

"Oleh karena itu lebih baik saya sarankan lebih baik dimoratorium saja vaksin.

Artinya bahwa kita mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi ini bukan mengejar hipotesis herd immunty, karena ternyata di India tidak terjadi," jelas Prof Nidom. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mutasi Corona Terus Berkembang, Pakar: Perlu Ada Evaluasi pada Vaksin Covid-19 yang Ada

BERITA LAIN TERKAIT PENANGANAN COVID-19

Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved