Breaking News:

Berita Banda Aceh

Memperingati Hari Thalassemia Dunia, Masyarakat Diajak Putus Mata Rantai Penyakit Thalassemia

Peringatan Hari Thalassemia se-dunia diperingati hari ini, Sabtu (8/5/2021). Saat ini, Aceh berada pada posisi persentase prevalensi thalassemia...

Memperingati Hari Thalassemia Dunia, Masyarakat Diajak Putus Mata Rantai Penyakit Thalassemia
For Serambi Indonesia
Nurjannah Husien, Direktur Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA).

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Peringatan Hari Thalassemia se-dunia diperingati hari ini, Sabtu (8/5/2021). Saat ini, Aceh berada pada posisi persentase prevalensi thalassemia minor tertinggi di Indonesia, dengan angka  13,4 persen. 

Data yang dikeluarkan oleh Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2007 ini mengungkapkan, bahwa masih banyak penduduk Aceh belum memahami bagaimana seseorang dapat menderita penyakit thalassemia. 

Padahal, penyakit kelainan darah yang merupakan penyakit turunan dari kedua orang tua penyintas thalassemia, dapat kita cegah bersama.

“Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang belum ada obatnya, dan para penyintas thalassemia sangat tergantung dari darah para pendonor darah. Karena ini adalah penyakit yang diturunkan oleh kedua orang tua si anak, maka perlu dilakukan screening pada calon orang tua sebelum menikah, apakah mereka berpotensi melahirkan anak dengan thalassemia mayor atau tidak,” jelas Direktur Eksekutif Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) Nurjannah Husien di Banda Aceh, Jumat (7/5/2021).

Lebih lanjut, dikatakan Nurjannah, tingginya persentase prevalensi carrier (pembawa) thalassemia di Aceh menyebabkan kemungkinan terjadinya pernikahan antara sesama pembawa sifat thalassemia. Pernikahan antar kerabat yang memiliki riwayat thalassemia juga berpotensi melahirkan thalassemia. 

“Persoalan lainnya, para penyintas thalassemia di Aceh umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Hal ini menambah kesulitan para pasien,” tutur Nurjannah. 

Persoalan bertambah lagi jika dana tambahan diperlukan untuk ongkos dan biaya makan pendamping selama melakukan transfusi di rumah sakit setiap bulannya.

Selama ini, biaya pengobatan pasien thalassemia ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan, antara  11 – 25 juta rupiah per bulan per pasien. 

Jika satu pasien menghabiskan biaya antara 300 – 400 juta rupiah per tahun,  maka penambahan satu orang pasien saja setiap bulan akan menambah biaya pengobatan secara signifikan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved