Breaking News:

Ngabuburit Puisi

Kelompok Musikasliasi Puisi Deavies Sanggar Matahari Gelar Ngabuburit Puisi dari Kedai Kopi

Grup ini didirikan pada 1990 oleh orang tua mereka H Fredie Arsi (almarhum) telah melakukan banyakmperkala an dalam dan luar negeri membawa aliran mus

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Grup Devies Sanggar Matahari 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kelompok Musikasliasi Puisi Deavies Sanggar Matahari yang pernah terlibat aktif dalam gerakan kampanye HAM Aceh melalui seni dan relawan kemanusiaan pada saat tsunami Aceh menggelar "Ngabuburit Puisi dan Pulih Indonesia" di lima kedai kopi dan padepokan Mahagenta sepanjang April dan Mei 2021.

Diawali dari kedai kopi "Torangpu Kopi" bernunasa Papua dari Parung, Bogor (18/4/2021), lalu di Bangun Jiwo Kopi, Depok (24/4/2021), Kopi Yil, Bekasi (25/4/2021), Sekretariat Yayasan Hari Puisi Indonesia di D U&US Coffee, cipinang Cempedak IV jakarta,(2/5/2021), dan ditutup di Padepokan Mahagentha Depok (8/5/2021) malam.

Deavies Sanggar Matahari, beranggotakan enam bersaudara kandung, tertua Dediesputrasiregar, Andre S Putra (almarhum), Devie K Syahni, Denie S Putra, Herie S Putra dan si bungsu Irma K Syahni, membungkus pertunjukan tersebut sebagai perejalanan 31 tahun berkarya dan Pulih Indonesia.

Grup ini didirikan pada 1990 oleh orang tua mereka H Fredie Arsi (almarhum) telah melakukan banyakmperkala an dalam dan luar negeri membawa aliran musikalisasi puisi sebagai bagian dari kegiatan apresiasi sastra.

Video Debt Collector Cegat Anggota TNI AD Viral, Berikut Kronologi hingga Respons Kodam Jaya

5 Warga Garut Terporosok ke Lubang Septic Tank, 3 Orang Tewas Terhirup Gas Beracun

"Pertunjukan Ngabuburit Puisi ini sekaligus mengantarkan penerbitan dan peluncuran biografie Sanggar Matahari yang dijadwalkan pada Oktober 2021 mendatang," kata Devie K Syahni.

Pimpinan Padepokan Mahagenta, Uyung Mahagenta, mengakui banyak belajar dari kelompok ini salam membangun kesetiaan dan eksistensi berkesenian.

"Saya banyak belajar dari mereka secara diam-diam, bagaimana mereka bertahan dan membangun grup ini. Sangat tidak mudah," kata Uyung.

Tatan Daniel, seniman asal Sumut dan pernah menjabat Kepala Anjungan Sumut Taman Mini Indonesia Indah menyebut Deavis Sanggar Matahari sebagai kelompok besar satu-satunya keluarga yang hidup dari jalur musikalisasi puisi.

"Kita harus belajar banyak,kita doakan mereka sehatdan terus berkarya" kata Tatan yang juga penyair penting Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved