Breaking News:

Khanduri Ie Bu Peudah di Museum Aceh

Ie bu peudah (air nasi pedas), merupakan kuliner khas Aceh yang diwariskan secara turun-temurun sejak zaman kesultanan

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Foto Disbudpar Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin saat melihat proses memasak Ie Bu Peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kutabaro, Aceh Besar, Rabu (5/5/2021). Kunjungan itu merupakan safari Khanduri Ie Bu Peudah. 

* Semarakan Bulan Ramadhan

BANDA ACEH - Ie bu peudah (air nasi pedas), merupakan kuliner khas Aceh yang diwariskan secara turun-temurun sejak zaman kesultanan. Masakan sejenis bubur ini juga ikut menyemarakkan Ramadhan di Aceh, karena hanya dimasak dan disajikan khusus di bulan suci ini.

Ie bu peudah merupakan kuliner kaya akan rasa. Karena untuk membuatnya, akan menggunakan 44 jenis rempah. Sebagian besar bahan bakunya merupakan daun-daunan khusus yang dicari di hutan.

Tradisi memasak ie bu peudah saat bulan Ramadhan banyak dijalankan di kawasan Aceh Besar. Biasanya setiap masjid/meunasah akan membuka dapur khusus untuk memasak penganan khas berbuka. Bahannya merupakan hasil sumbangan atau meuripee (patung-patungan) dari warga. Namun ada sebagian gampong yang memiliki aset tanah hibah, yang biaya pengelolaannya untuk memasak ie bu peudah.

Namun seiring berjalannya waktu, sudah ada beberapa gampong yang diketahui tidak lagi menjalankan tradisi memasak ie bu peudah saat bulan Ramadhan.

Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar khanduri ie bu peudah yang berlangsung selama empat hari, 5-8 Mei 2021. Puncak acaranya berlangsung, Sabtu (8/5/2021) kemarin, di Museum Aceh, Banda Aceh.

Pihak penyelenggara memasaknya dua kuali besar ie bu peudah. Kokinya didatangkan khusus dari Bueng Sodom dan Lampoh Keude, Aceh Besar. Kemudian dibungkus dalam wadah kecil dibagikan kepada pengguna jalan di depan Museum Aceh dan disumbangkan ke panti asuhan.

Keuchik Bueng Bakjok, Aceh Besar, Hafidh Maksum mengatakan, tradisi memasak ie bu peudah saat bulan Ramadhan sudah ada sejak zaman Sultan Iskandar Muda. Bersamaan dengan lahirnya tradisi meugang. "Tidak ada dibuatnya ie bu peudah saat Ramadhan, maka akan terasa ada sesuatu yang kurang," ujarnya.

Dikatakan,  memasak ie bu peudah selain mengajarkan tentang melestarikan warisan kuliner,  juga menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong dan saling berbagi. Ia mengatakan, melalui tetua, anak muda diajarkan cara mencari tumbuh-tumbuhan yang cocok untuk ie bu peudah. Lalu kaum ibu-ibu mencincang dan menyiapkan rempahnya, terakhir kaum laki-laki kembali mengambil perannya untuk memasak.

Khanduri ie bu peudah diselenggarakan untuk melestarikan tradisi leluhur, yaitu memasak sajian kaya akan rempah ini di saat bulan Ramadhan. Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua sesi, yaitu Safari ke sejumlah gampong di wilayah Aceh Besar, yang masih sangat kental dalam menjaga tradisi memasak ie bu peudah.

Sebelumnya, ada tiga Gampong yang disambangi selama safari, yaitu dimulai di Gampong Bueng Bak Jok, Bueng Sidom, dan Gampong Lampoh Keude, yang semuanya berada di Aceh Besar.

Kegiatan ini memperkenalkan salah satu Kuliner aceh kepada masyarakat secara luas. Untuk diketahui, salah satu andalan dalam dunia pariwisata Aceh adalah sektor kuliner yang kaya akan cita rasa. Khanduri Ie Bu Peudah menjadi salah satu strategi promosi wisata Aceh.

Sementara Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari mengatakan, Khanduri Ie Bu Peudah merupakan even wisata, yang juga sebagai upaya melestarikan warisan kuliner tradisional khas Aceh tersebut.

Dikatakan, kekayaan cita rasa 44 jenis rempah di Ie Bu Peudah semakin memperkuat jejak sejarah Aceh, yang dulunya terkenal sebagai pelabuhan yang cukup ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang seperti Arab, India dan Eropa.

Mereka datang untuk melakukan jual-beli barang komoditas rempah Aceh yang sangat terkenal bagus kualitasnya. Sehingga Aceh terpilih sebagai salah satu dari 20 titik Jalur Rempah Nusantara yang direkonstruksi dan revitalisasi untuk diusulkan sebagai World Heritage oleh Kemendikbud Ristek.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved