Breaking News:

Video

VIDEO Sejarah Peunayong, Chinezen Kamp di Kota Banda Aceh, Begini Pendapat Tokoh Tionghoa

Di Peunayong, Sultan berjuluk Mahkota Alam ini sering menjamu para tamu kerajaan yang datang dari Eropa maupun Tiongkok.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Berdasarkan catatan sejarah Aceh, Peunayong berasal dari kata Peumayong yang berarti tempat berteduh.

Karena pada tempo dulu daerah ini banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang sangat rimbun sampai ke daerah Ujong Peunayong (saat ini Gampong Lampulo) yang menjadi tempat persinggahan.

Berawal dari sinilah masyarakat menjuluki kata Peumayong menjadi Peunayong.
Pada zaman kepemimpinan Sultan Iskandar Muda daerah ini dijadikan sebagai kota “spesial”.

Di Peunayong, Sultan berjuluk Mahkota Alam ini sering menjamu para tamu kerajaan yang datang dari Eropa maupun Tiongkok.

Pada masa kolonial Belanda, Peunayong didesai sebagai Chinezen Kamp, Kampung Cina atau Pecinan.

Karena, kala itu, wilayah Peunayong dihuni warga Cina dari Suku Khe, Tio Chiu, Kong Hu, Hokkian, dan sub-etnis lainnya.

Namun, ada pendapat berbeda tentang asal muasal nama Peunayong ini.

Tokoh Tionghoa Aceh, Yuswar menyebut Peunayong berasal dari Peunajok yang dalam bahasa Cina berarti “apakah ada kapal layar”.

Menurutnya, hal ini bermula dari kesalahpahaman komunikasi antara saudagar Tiongkok yang berlabuh di kawasan ujung Peunayong (Lampulo sekarang) dengan masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Peunayong telah menjadi pusat perdagangan semenjak masa Kesultanan Aceh Darussalam.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved