Breaking News:

Luar Negeri

Amerika Serikat Buka Suara Terkait Bentrokan Polisi Israel dan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Sekutu Israel, Amerika Serikat akhirnya buka suara terkait bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid al-Aqsa, Yerusalem.

Ahmad GHARABLI / AFP
Gas air mata mengepul di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM – Sekutu Israel, Amerika Serikat akhirnya buka suara terkait bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid al-Aqsa, Yerusalem.

Bentrokan yang mengakibatkan 300 orang Palestina lebih terluka itu terjadi sejak Jumat (7/5/2021) malam, saat pelaksanaan shalat tarawih.

Melansir dari Al Jazeera, Senin (10/5/2021), Amerika Serikat telah menyatakan "keprihatinan serius" terkait kekerasan di Yerusalem.

Negara yang dipimpin Presiden Joe Biden itu mengungkapkan keperihatinan yang serius atas tindakan polisi Israel yang kembali melakukan kekerasan kepada pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa menentang pengusiran paksa keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah yang diduduki Israel di Yerusalem Timur.

Kecaman dari Washington datang ketika Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sedikitnya 17 orang, termasuk satu paramedis Palestina, terluka selama unjuk rasa damai pada Minggu (9/5/2021) malam.

Baca juga: Israel Kembali Serbu Masjid Aqsa

Baca juga: Arab Saudi Kutuk Israel, Gusur Rumah Warga Palestina di Jerusalem

Ketegangan meningkat di Yerusalem selama bulan suci Ramadhan 1442 H, terkait perintah pengusiran paksa keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, tanah yang diklaim milik Yahudi.

Setidaknya 90 warga Palestina terluka pada hari Sabtu (8/5/2021) selama tindakan keras polisi Israel terhadap pengunjuk rasa di luar Kota Tua Yerusalem.

Sementara 206 warga Palestina lainnya terluka pada hari Jumat (7/5/2021) ketika pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa saat umat muslim tengah melaksanakan shalat tarawih.

Pertempuran hari Minggu meningkatkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut pada hari Senin, ketika Israel menandai apa yang mereka sebut Hari Yerusalem.

Halaman
1234
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved