Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Rukyat Hilal di Lhokseumawe Digelar Besok, Ini Hasil Kajian Ilmu Falak Terkait Penetapan 1 Syawal

Rukyat hilal akan dilakukan pada Selasa (11/5/2021) sore besok, jelang digelarnya sidang Isbat oleh Kementerian Agama Ri di Jakarta.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Foto: Saudi Press Agency
Ilustrasi melihat Hilal atau bulan sabit dengan teropong. 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kota Lhokseumàwe, bersama IAIN Lhokseumawe,  dan  sejumlah unsur terkait dipastikan akan melakukam rukyat hilal dalam penetapan 1 Syawal 1442 H tahun ini.

Rukyat hilal akan dilakukan pada Selasa (11/5/2021) sore besok, jelang digelarnya sidang Isbat oleh Kementerian Agama Ri di Jakarta.

Lokasi rukyat akan berlangsung di Bukit Blang Tiron, Kompleks Perumahan PT Perta Arun Gas (PAG) Batuphat, Lhokseumawe.

Tim Rukyah berjumlah puluhan orang berasal dari  Kantor Kemenag Lhokseumawe, MPU Lhokseumawe, Mahkamah  Syariah Lhokseumawe, serta Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe.

Ikut juga, tokoh agama, kepala KUA Kecamatan, IAIN Lhokseumawe, tokoh agama, serta para santri dari Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Baca juga: Ashanty Sakit? Anang Hermansyah Boyong Keluarga Berangkat ke Dubai Untuk Rayakan Lebaran dan Berobat

Baca juga: Kepala BPKP Aceh Ungkap Kerugian Negara dalam Perkara Bebek Petelur Distan Agara Rp 3 Miliar Lebih

Baca juga: Akhir Ramadhan dengan Perbanyak Amalan Baca Al Quran, Simak Keutamaannya

Lalu kapan 1 Syawal 1442 H hasil kajian ilmu falak?

Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah  IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail Is,  Senin (10/5/2021), menjelaskan, dengan pendekatan ilmu falak, sudah bisa dipastikan bahwa Hari Raya Idul Fitri akan serentak di Indonesia pada Kamis 13 Mei 2021, dengan jumlah hari pada bulan Ramadhan 30 hari. 

Hal ini dikarenakan pada saat Matahari terbenam hari Selasa, 11 Mei 2021 atau 29 Ramadhan 1442 Hijriah, kondisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk barat, sehingga jumlah hari bulan Ramadhan 1442 H harus digenapkan menjadi 30 hari.

Diuraikan dia, konjungsi geosentrik atau ijtma’ yaitu peristiwa ketika nilai bujur ekliptika Bulan sama dengan nila ekliptika Matahari dengan diandaikan pengamat berada di pusat Bumi. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved