Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tingkatkan Penyaluran Ekonomi Mikro, Baitul Mal Aceh akan Bentuk Koperasi & Bisa Pinjam tanpa Bunga

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad SSos, menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam talkshow bertema “Dana ZIS untuk Kesejahteraan

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Mursal Ismail
SERAMBI FM/ILHAM
(Dari kiri) Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad SSos, Owner Ceker Melotot dan Devy Dean Collection, Devy Susanti menjadi narasumber pada Talkshow Interaktif  bertema "Dana ZIS Untuk Kesejahteraan Rakyat Aceh" di Radio Serambi FM 90,2 MHz. Talkshow dipandu Host, Tieya Andalusia, Senin (10/5/2021). 

Saat itu kita bisa memakai dana infak untuk dijadikan modal usaha mikro bagi masyarakat sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata

Dikatakan Rahmad, setelah qanun baru dibentuk pihaknya diharuskan mempunyai lembaga keuangan dan hal itu yang sedang ditempuh pihaknya.

“Kita mengarah ke LKMS atau koperasi tapi sepertinya kesepakatan dari pimpinan di kantor kita lebih mengarah ke koperasi.

Nanti kalau koperasi di Baitul Mal sudah terbentuk, segera kita akan kucurkan lagi dana untuk ekonomi mikro bagi masyarakat di Aceh,” sebutnya.

Ia menambahkan sasaran dari penerima manfaat ini adalah masyarakat kurang mampu dengan pinjaman di bawah Rp 5 juta dan maksimal 10 juta.

“Bisa meminjam dananya ke Baitul Mal tanpa bunga. Artinya seberapa yang dipinjam segitulah yang dibayar, dan bisa dicicil juga,” sebutnya.

Namun saat ini, dikatakan Rahmad belum dibuka, apabila koperasi tersebut sudah dibuka maka akan ada pengumuman resmi di web Baitul Mal Aceh.

“Dan tentu ada juknis yang mengaturnya, seperti harus ber-KTP di Aceh, mempunyai usaha yang dilengkapi dengan surat keterangan dari Keuchik setempat,” kata Rahmad.

Sementara Owner Ceker Melotot, Devy Dean mengatakan ia mulai membuka usaha kecil-kecilan dengan menjual baju daster bali di rumah. Namun, usahanya itu terus berkembang sehingga ia membutuhkan modal usaha.

“Ada teman yang menawarkan ke Baitul Mal, karena di Baitul Mal ada dana atau pinjaman yang sama sekali tidak ada riba, tidak ada bunganya.

Jadi di Baitul Mal itu berapa yang kita ambil, maka segitulah yang kita kembalikan.

Setelah mengikuti prosedurnya dalam waktu 10 hari cair sebesar Rp 3 juta, dan uang itu langsung ,saya putar untuk usaha saya,” sebutnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved