Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

ASN Jangan Coba-coba Mudik Lebaran, Sanksi Menanti Jika Ketahuan Pulang Kampung

Larangan ini juga berlaku untuk keluarga ASN agar tidak berpergian ke luar kota atau mudik terhitung mulai 6-17 Mei 2021.

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Bupati Aceh Tamiang, Mursil. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Bupati Aceh Tamiang, Mursil melarang aparatur sipil negara atau ASN mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Larangan ini juga berlaku untuk keluarga ASN agar tidak berpergian ke luar kota atau mudik terhitung mulai 6-17 Mei 2021.

Mursil menjelaskan, instruksi larangan mudik ini merupakan turunan dari Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor: 8/2021.

Surat edaran itu tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Secara otomatis larangan itu juga diturunkan ke daerah kabupaten dan kota di Indonesia, tak terkecuali Aceh Tamiang,” kata Mursil, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Makin Parah! Hari Ini Bertambah Lagi 15 Warga Lhokseumawe Terpapar Covid-19, Banda Sakti Terbanyak

Baca juga: Ormas Islam di Indonesia, Malaysia dan Singapura Minta PBB Bersikap Tegas pada Israel

Baca juga: Ini Prediksi Cuaca dari Langsa Hingga Bener Meriah Sampai Hari Ketiga Lebaran dan Imbauan BMKG

Mursil mengingatkan, agar larangan ini dipatuhi karena dalam surat edaran itu telah diatur tentang sanksi bagi ASN yang melanggar.

Dia menjelaskan, sanksi bersifat pengakan disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2019 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Setiap larangan tentu ada sanksinya, makanya saya ingatkan jangan coba-coba membuat pelanggaran,” ungkapnya.

Meski begitu, Mursil menjelaskan, larangan ini tidak berlaku bagi ASN yang melakukan dinas luar kota.

Begitupun, ASN tersebut haru mendapat izin atau surat tugas dari pimpinan atau kepala kantor satuan kerja.

Baca juga: Anggota DPR RI Asal Aceh Ilham Pangestu Pilih tidak Pulang ke Langsa, Patuhi Larangan Mudik Lebaran

Baca juga: VIDEO Seorang Pengunjung Mal di Kota Banda Aceh Reaktif Covid-19

Baca juga: Forkopimda Nagan Raya Tinjau Pos Ketupat

“Jadi tidak bisa sembarangan, ada mekanisme yang mengatur perjalanan dinas ini,” sambungnya.

Mursil mengajak, seluruh ASN menanggapi positif larangan ini karena bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19.

Terlebih, ungkap Bupati Mursil, Kabupateni Aceh Tamiang beberapa waktu lalu sempat dinyatakan sebagai zona merah.

“Jangan sampai tingginya pergerakan manusia, kita di Aceh ini menjadi seperti India. Ini harus kita cegah bersama-sama,” tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved