Breaking News:

Pantas Rakyat Palestina Marah, Ternyata Kaum Yahudi Israel Sempat Lempar Ejekan Ini

Suasana di Yerusalem sudah mulai tegang sejak akhir pekan lalu karena keputusan aparat keamanan Israel untuk menutup akses ke Masjid Al-Aqsa.

ANTARA FOTO/REUTERS/AMMAR AWAD
Warga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, di tengah ketegangan atas kemungkinan penggusuran beberapa keluarga Palestina dari rumah di wilayah yang diklaim oleh orang Yahudi, pemukim di lingkungan Sheikh Jarrah, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (7/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Israel kembali melancarkan serangan brutal di kompleks Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza hingga berujung pada jatuhnya korban jiwa dari warga sipil Palestina.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin bahwa 20 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan itu. Sedikitnya 65 orang lainnya terluka.

Suasana di Yerusalem sudah mulai tegang sejak akhir pekan lalu karena keputusan aparat keamanan Israel untuk menutup akses ke Masjid Al-Aqsa.

Keputusan itu menyulut amarah warga Muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Selain itu, bentrokan juga dipicu keputusan Israel untuk menggusur wilayah pemukiman Muslim Palestina di Sheikh Jarrah, timur Yerusalem.

Baca juga: Doa Tengku Zulkarnain tentang Penderita Covid-19 Sebelum Meninggal Dunia di Pekanbaru

Baca juga: Arab Saudi dan Mesir Kutuk Israel, Abaikan Hak-hak Warga Palestina di Jerusalem

Padahal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menegaskan bahwa wilayah itu adalah milik warga Palestina dan meminta Israel berhenti mengusiknya.

Kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR), pada hari Jumat, meminta Israel untuk segera menghentikan semua penggusuran paksa, termasuk yang berada di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, serta melakukan pengendalian maksimum dalam penggunaan kekuatan sambil memastikan keselamatan dan keamanan di sana.

Melansir UN News (7/5/2021), juru bicara OHCHR Rupert Colville mengatakan bahwa penggusuran tersebut akan melanggar kewajiban Israel di bawah hukum internasional.

“Mengingat pemandangan yang mengganggu di Sheikh Jarrah selama beberapa hari terakhir, kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, di mana Hukum Humaniter Internasional berlaku. Kekuatan pendudukan harus menghormati dan tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah pendudukan, dan harus menghormati, kecuali benar-benar dicegah, hukum yang berlaku di negara tersebut."

Baca juga: Amerika Serikat Buka Suara Terkait Bentrokan Polisi Israel dan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Dia melanjutkan dengan mencatat bahwa Israel tidak dapat memaksakan hukumnya sendiri di wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur, untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved