Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Minta Jamaah Tidak Tertumpu di Masjid Tertentu saat Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

"Kami harapkan jamaah tidak terkosentrasi di satu masjid tertentu saat pelaksanaan ibadah shalat idul fitri."

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menjadi narasumber pada Podcat Program Serambi FM yang mengangkat tema 'Lebaran di Masa Pandemi' yang dipandu oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, Selasa (11/5/2021). 

"Kami harapkan jamaah tidak terkosentrasi di satu masjid tertentu saat pelaksanaan ibadah shalat idul fitri."

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh meminta masyarakat, khususnya para jamaah yang akan melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1442 H, untuk tidak tertumpu di satu masjid tertentu, seperti yang lazim dilaksanakan saat kondisi normal, misalnya di Masjid Raya Baiturrahman atau masjid-masjid kecamatan yang selama ini dipadati.

Hal dimaksud bertujuan mencegah dan meminimalisir penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang masih menjadi persoalan serius sampai saat ini.

Pengharapan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat menjadi narasumber di Podcast Program Serambi FM yang mengangkat tema 'Lebaran di Masa Pandemi' dan dipandu oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Seorang Ibu Muslim Inggris Bersyukur, Melahirkan Bayi Dengan Selamat, Walau Dirinya Koma

"Kami harapkan jamaah tidak terkosentrasi di satu masjid tertentu saat pelaksanaan ibadah shalat idul fitri. Tapi, bisa memanfaatkan masjid atau meunasah yang ada di gampong-gampong. Tujuannya, untuk meminimalisir jamaah itu tertumpu di satu masjid," ungkap Aminullah.

Mantan Dirut Bank Aceh inipun menyebutkan pihaknya juga memiinta kerja sama dan bantuan Muspika, termasuk keuchik dan perangkat gampong untuk ikut mengawasinya.

Lalu, Aminullah juga berharap dari setiap khatib Hari Raya Idul Fitri tidak memberikan tausyiah terlalu lama.

Bukan, karena sesuatu hal, melainkan kondisi saat ini sedang pandemi covid-19.

Baca juga: Seruan Lockdown Nasional di India Terus Bergema, PM Narendra Modi Terus Mendapat Tekanan

"Penularan itu dapat terjadi sekitar 15 menit. Karena itu kami imbau kepada seluruh khatib tidak berlama-lama menyampaikan ceramah. Lalu, dalam kondisi seperti ini kita coba hindari bersalaman, dengan tetap tidak menghilangkan makna dari silahturahmi dan bermaaf-maafan," terang Aminullah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved