Breaking News:

Aceh Nyaris Zona Oranye Total Kasus Covid-19 Bertambah 100 Orang

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, hasil analisis data penyebaran kasus Covid-19

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Dalam rangka mempertahankan status Aceh Timur yang saat ini menjadi zona kuning (resiko ringan) dari sebelumnya zona oranye (resiko sedang) Forkopimda Aceh Timur, menggelar rapat pencegahan Covid-19, di pendopo Idi, Jumat (20/11/2020). 

* Berpotensi Tak Terkendali

BANDA ACEH - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, hasil analisis data penyebaran kasus Covid-19 periode 3 Mei sampai 9 Mei 2021 oleh Satgas Covid-19 Nasional, ternyata hampir semua kabupaten/kota di Aceh nyaris zona oranye total. "Tinggal Aceh Tenggara dan Aceh Timur yang zona kuning di Aceh, 21 kabupaten/kota lainnya semua zona oranye," tulis pria yang akrab disapa SAG itu dalam update hariannya kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

SAG menjelaskan, zona oranye dikategorikan sebagai daerah yang memiliki risiko sedang peningkatan kasus Covid-19. Penyebaran virus corona diperkirakan masih sangat tinggi, dan bahkan memiliki potensi tidak terkendali. Transmisi lokal bisa terjadi sangat cepat di dalam masyarakat.

Di zona oranye, lanjutnya, diperkirakan terjadi transmisi dari luar daerah (imported case) secara cepat. Karena itu, Satgas Covid-19 kabupaten/kota dan Pos Komando gampong di zona oranye seyogyanya memantau dan mengontrol penyebaran virus corona melalui tindakan dan dukungan terhadap upaya testing dan tracing yang agresif di masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat di zona oranye untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Aktivitas di luar rumah hanya dilakukan apabila sangat mendesak, dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan memakai sabun sdi bawah air yang mengalir, atau memakai hand sanitizer.

Pengelola moda transportasi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi perlindungan maksimal kepada seluruh penumpangnya. Jarak duduk antarpenumpamng diatur sedemikian rupa dan hanya diisi sekitar 50 persen tempat duduk yang tersedia. Para penumpang pun tidak memaksa diri untuk terangkut meski berjejal di dalam kendaraan umum. Keselamatan tetap harus diutamakan.

"Kita wajib menyampaikan informasi yang benar supaya masyarakat bijak menyikapi dan dan dapat merespon dengan tepat dinamika yang terjadi di lingkungannya yang masih zona oranye saat ini," tuturnya.

Sementara kasus Covid-19 di Aceh, kata SAG, bertambah lagi 100 orang, pasien yang sembuh 32 orang, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  11 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 11.998 kasus/orang. Para penyintas, yang sembuh dari Covid-19 sebanyak  10.151 orang. Pasien masih dirawat 1.366 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 481 orang.

Data akumulatif tersebut sudah mencakup penambahan 100 kasus konfirmasi baru Covid-19 selama waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh sebanyak 32 orang, dan dua orang yang dilaporkan meninggal dunia.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved